Korupsi Wisma Atlet

Sesmenpora Wafid Dijerat Pasal Penyuapan

Sesmenpora Wafid Muharam, pejabat rekanan perusahaan Mohammad El Idrus dan perantara Mirdo Rosalina Manulang dikenakan pasal tipikor.

Sesmenpora Wafid Dijerat Pasal Penyuapan
tribunnews.com, bian harnansa
Juru bicara dan humas KPK Johan Budi yang menjadi satu pintu informasi keluar terkait KPK
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) telah resmi menetapkan Sesmenpora Wafid Muharam, pejabat rekanan perusahaan Mohammad El Idrus dan perantara Mirdo Rosalina Manulang sebagai tersangka. Ketiganya diduga melakukan tindak pidana korupsi suap menyuap terkait dengan pembangunan wisma atlet di Jaka Baring, Sumatera Selatan.

Mereka ditahan masing-masing di Rutan Cipinang, Rutan Salemba dan Rutan Pondok Bambu. Wafid dikenakan pasal 12 huruf a dan atau Pasal 5 ayat 2 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Sedangkan Mohammad El Idrus dan Mirdo Rosalina Manulang melakukan pelanggaran pasal 5 ayat 1 huruf b Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

"Ketiga tersangka ditangkap karena diduga sedang melakukan tindak pidana korupsi suap menyuap," ujar Juru Bicara KPK, Johan Budi saat ditemui di gedung KPK, Jakarta, Jumat(22/4/2011).

Tidak hanya itu, menurut Johan, penyidik KPK juga menemukan 3 lembar cek tunai dengan jumlah kurang lebih sebesar Rp 3,2 milyar di lokasi penangkapan.

"Setelah tertangkap, tersangka dan beberapa saksi dibawa ke gedung KPK untuk diperiksa lebih lanjut," tandasnya.

KPK sebelumnya menangkap Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam terkait pembangunan sarana SEA Games Palembang. KPK juga menangkap MUI seorang pengusaha dan R yang juga broker dalam dugaan suap menyuap ini.

"KPK menangkap tangan 3 orang yang diduga telah melakukan tindak yang melakukan tindakan yang dikategorikan suap menyuap. Ketiga orang tersebut adalah WM, R dan MIU," tutur Pelaksana Harian Kabiro Humas KPK Priharsa kepada wartawan di kantornya, Jl Rasuna Said, Jaksel, Jumat (22/4/2011) dinihari.

Priharsa mengatakan, dugaan saat ini tindakan tersebut berkaitan dengan pembangunan sarana SEA Games di Palembang. "Berkaitan dengan pembangunan Wisma Atlet untuk SEA Games di Palembang, dan MIU merupakan pejabat dari sebuah perusahaan pelaksana pembangunan tersebut," paparnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MIU merupakan inisial dari Muhammad Idrus. Sedangkan broker berinisal R, bernama Ratna. Ditengarai Wafid menerima cek Rp 2 miliar dari MIU.

Wisma Atlet di Palembang berada di kawasan Jakabaring Sport City. Pemerintah Daerah Palembang menargetkan Juli 2011, pembangunan gedung yang akan menampung sekitar 4.000 atlet ini dapat selesai. Pembangunan Proyek wisma diketahui selama ini dijalankan oleh oleh PT Duta Graha Indah

Editor: Ade Mayasanto
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved