• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 3 September 2014
Tribunnews.com

Marwan Effendy Minta Data Spesifik Oknum Jaksa Pemeras

Kamis, 28 April 2011 10:10 WIB
Marwan Effendy Minta Data Spesifik Oknum Jaksa Pemeras
tribunnews.com/herudin
Marwan Effendy, JAM Was
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
- Jaksa Agung Muda Pengawasan (JAM Was) Marwan Effendy mengaku belum mendapatkan data lengkap tentang adanya oknum jaksa yang melakukan pemerasan kepada kepala daerah. Marwan meninta Komisi III DPR yang menerima aduan Kepala Daerah tersebut memberikan data secara spesifik.

"Mereka tidak menyebutkan secara spesifik siapa-siapa, jadi kami kan gak bisa juga menindaklanjuti mana, kecuali kalau di mereka memberikan data, ini ada, jaksa ini, akan kita telusuri, tetapi sekarang, sekian bupati yang jadi atm para jaksa, nah jaksa mana? Bupati mana?," kata Marwan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (28/4/2011).

Marwan sedikit kecewa karena pihaknya tidak diberikan data yang akurat. Bila dirinya mendapat data akurat, Marwan berjanji akan terjun langsung ke dareh tersebut.

Mantan Jampidsus itu lalu menceritakan kejadian di Gorontalo yang diduga adanya oknum jaksa pemeras namun setelah diselidiki ternyata yang melapor tersebut justru akan menjadi tersangka suatu kasus. "Ini contoh di Gorontalo, datang anggota DPR membawa surat dari partainya bahwa tindakan kajari (Kepala Kejaksaan Negeri) begini-begini, ternyata setelah kami kirim tim, saya cek, terbalik, dia itulah tersangkanya," katanya.

Anggota wakil rakyat itu, kata Marwan, ternyata memalsukan surat partai untuk lebih menyakinkan. Partai tersebut pun keberaratan dengan adanya surat tersebut. Selain itu, Jamwas juga menerima saksi-saksi dari pimpinan daerah bahwa keterangan anggota wakil rakyat itu tidak benar.

"Kita rugi dong, biaya banyak, tenaga, hasilnya malah terbalik, dia tersangkanya, jadi dia melakukan perlawanan dengan cara melaporkan balik Kajarinya. Kajarinya kami periksa," imbuh Marwan.

"Jadi saya sekarang juga hati-hati tidka lagi mau saya terpancing gitu. Jadi kita teliti dulu, Sebab kalau kita sudah turun, Tim turunkan 5 orang, biaya penginapan berhari-hari, biaya perjalanannya besar, hasilnya nol," tambahnya.
Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
111067 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas