• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 20 Oktober 2014
Tribunnews.com

Bung Karno dan Cerutu Kuba Megawati

Kamis, 2 Juni 2011 00:51 WIB
Bung Karno dan Cerutu Kuba Megawati
net
BAPAK BANGSA - Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno. Berkat buah pikirannya, lahir Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia.

Tulisan Wartawan Tribunnews.com, Rachmat Hidayat

TERSELIP sebuah cerita menarik, begitu mendengar pidato Megawati Soekarnoputri ketiga Presiden bangsa ini di Gedung MPR/DPR, memperingati Pidato Bung Karno, 1 Juni, Rabu (01/06/2011). Tentu saja, alur cerita masih seputar Pancasila, kokoh sebuah dasar negara bangsa ini yang terus diuji di setiap orde pemerintahan yang berkuasa di jamannya masing-masing.

Di satu sudut gedung milik para wakil rakyat ini, kemudian terungkap, 'saktinya' nama Soekarno di mata dunia internasional. Sepenggal kisah, nama Soekarno, sang pencetus Pancasila yang kemudian bisa mempengaruhi delegasi asal Kuba untuk bersikap abstain (tidak bersikap) agar dewan keamanan PBB tidak membahas soal Timor-timur saat ini. Meski kini, Timor-timur bukan lagi menjadi bagian dari negeri ini.

Cerita berawal saat Ketua DPR/MPR, Kharis Suhud meminta Megawati Soekarnoputri saat itu untuk melobi delegasi parlemen Kuba. Mega kala itu menjadi anggota DPR dan tercatat sebagai anggota BKSAP (Badan Kerja Sama Antar-Parlemen).

Singkat cerita, Mega dipercayai oleh Kharis Suhud untuk melobi Kuba agar tak ikut mendukung masalah Timor-timur dibicarakan di PBB.

"Beri saya cerutu," kata Megawati.

Tentu saja cerutu Kuba, untuk menjadi pendamping lobi, merubah sikap Kuba tentang Timor timur kala itu.
Wasekjen DPP PDI-P Hasto Kristianto, yang punya cerita kemudian menjelaskan, Kuba hanya tahu soal Indonesia dengan ikon Soekarno yang tersohor diseluruh dunia. Lobi pun tak usah berlama-lama, lantaran pihak dari Kuba ternyata kurang fasih berbahasa Inggris.

Alhasil, cerutu yang kemudian dipegang Megawati, membuat pihak Kuba akhirnya luluh. Cerutu, Bung Karno dan Indonesia. Itu yang menjadi inggatan pihak dari Kuba ketika itu.

"Si (yes/ya), Soekarno, Indonesia," kata orang Kuba.

Voting di dewan keamanan PBB kemudian dilakukan. Pemerintah Kuba akhirnya bersikap abstain soal Timor-timur, dan pembicaraan akhirnya batal dilakukan di lembaga yang bermarkas di Amerika Serikat itu. Tentu saja, hasil lobi Megawati dengan cerutunya.

Soekarno, dikenal dunia dengan ide Pancasila. Dan kini, beberapa negara di dunia mengakui, Pancasila tetap kokoh dan menjadi perekat bagi keutuhan bangsa ini.

Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
1 KOMENTAR
123324 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • VIVERE VERI COLOSE-Kamis, 2 Juni 2011 Laporkan
    oh yah, asap cerutu ampuh mengusir nyamuk penghisap darah, penyebar virus penyakit yng dpt meracuni otak Rakyat Indonesia dari bumi INDONESIA!!!
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas