• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 31 Juli 2014
Tribunnews.com

Choirul Anam: Partai Politik Sekarang Dianggap Mafia

Jumat, 17 Juni 2011 18:56 WIB
Choirul Anam: Partai Politik Sekarang Dianggap Mafia
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Ilustrasi agnggota dewan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum PKNU Choirul Anam atau yang akrab disapa Cak Anam menegaskan pandangan masyarakat mengenai partai politik sekarang ini identik dengan hal yang negatif.

"Bicara partai politik tentu partai kami juga kena. Partai politik sekarang sudah dianggap oleh masyarakat sebagai mafia karena dihancurkan oleh perilaku partai besar yang sedang berkuasa," kata Cak Anam dalam diskusi di The Wahid Institute Jakarta, Jumat (17/6/2011), sore.

Menurut dia pandangan negatif masyarakat itu tidak baik untuk perkembangan demokrasi di tanah air. "Mau dibawa kemana bangsa ini," ujarnya.

Tanpa menyebut partai politik yang dimaksud, Cak Anam menyebutkan saat ini PKNU yang dipimpinnya sepertinya akan dihancurkan oleh perpanjangan tangan partai politik melalui anggota DPR RI di Senayan.

"Mereka ingin melanggengkan kekuasannya melalui Undang-undang (UU) Partai Politik," ujar dia.
UU dimaksud adalah UU Partai Politik Perubahan Nomor 2 tahun 2008 dimana partai yang sudah berbadan hukum diwajibkan kembali lagi memproses badan hukum yang telah dikantongi partai itu sebelumnya.

"Ini ibarat anak yang sudah lahir ke dunia disuruh masuk rahim ibunya lagi. Ini (partai kecil) sepertinya mau dibunuh semua. Maka itu kami akan uji materi ke MK," ujar dia.

"Ini sepertinya Pmerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM sudah tidak ada kerjaan lagi jadi kami yang dikerjai," Cak Anam menambahkan.

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Prawira Maulana
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
128853 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas