Indonesia Kehilangan Alat Pendeteksi Tsunami

Kepala Balai Besar II Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, Suhardjono menyebut, alat pendeteksi tsunami di Indonesia banyak yang hilang.

Indonesia Kehilangan Alat Pendeteksi Tsunami
net
Buoy, Alat pendeteksi tsunami

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso P

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Balai Besar II Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, Suhardjono menyebut, alat pendeteksi tsunami di Indonesia banyak yang hilang. Bukan semata aksi pencurian, alat pendeteksi tsunami dengan sebutan buoy ini hilang karena rusak secara tidak sengaja oleh nelayan. Misalkan, saja buoy di Banyuwangi dan Papua.

"Jumlah pastinya yang hilang belum diketahui, tapi yang pasti hilangnya buoy tersebut tidak mengganggu sistem peringatan dini. Karena masih ada buoy lainnya, serta alat-alat pendukung selain buoy," kata Suhardjono di Jakarta, Selasa (12/7/2011).

Mirisnya menurut Suhardjono, bukan hanya buoy saja yang menghilang. BMKG juga kehilangan alat seismograf. Padahal, Indonesia baru memiliki 160 buah seismograf dan sebagiannya ditempatkan di puncak gunung.

Suhardjono menjelaskan, Indonesia sebenarnya masih kekeurangan alat tersebut. Idealnya, 500 seismograf sepatutnya terpasang di seluruh wilayah Indonesia.

"Umumnya alat-alat itu menghilang karena kurangnnya edukasi dari masyarakat, alat tersebut umumnya berada ditempat sepi, seperti di tengah laut maupun puncak gunung, yang rawan dicuri," imbuhnya.

Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo
Editor: Ade Mayasanto
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved