• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 30 Juli 2014
Tribunnews.com

Taiwan Buka Lowongan Kerja bagi 40.000 TKI

Rabu, 10 Agustus 2011 07:36 WIB
Taiwan Buka Lowongan Kerja bagi 40.000 TKI
tribunnews.com/herudin

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Taiwan dilaporkan membutuhkan sedikitnya 40.000 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) untuk dipekerjakan di berbagai bidang. Lowongan pekerjaan yang tersedia terdiri dari sektor formal dan informal.

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemennakertrans) melaporkan peluang kerja di Taiwan meliputi bidang konstruksi, sektor kelautan sebagai anak buah kapal ikan, dan sektor kesehatan sebagai caretakers (perawat lanjut usia).

”Perluasan pasar kerja di negara itu masih terbuka, karena kondisi perekonomian di Taiwan cukup bagus yang membutuhkan tenaga-tenaga kerja terampil sektor formal dan informal,” kata Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja (Dirjen Binapenta) Reyna Usman dalam rilis yang diterima Tribunnews.com, Rabu (9/8/2011).

Sampai akhir Juli 2011, terdata pada Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) bahwa ada 166.261 orang TKI bekerja di Taiwan. Selama ini, bagi TKI yang bekerja di Taiwan ada di sektor domestik ada 87 persen dan sisanya 13 persen bekerja di sektor semiformal dan formal di bidang manufaktur, kesehatan, pelaut atau anak buah kapal dan sektor konstruksi.

”Pemerintah akan memanfaatkan peluang kerja sektor formal dan informal itu dengan cara mempersiapkan calon TKI yang hendak bekerja dengan keterampilan yang memadai, sesuai dengan lowongan pekerjaan yang dibutuhkan,” ujar Reyna.

Diharapkan, lanjut Reyna, peluang kerja di Taiwan ini menjadi salah satu alternatif negara penempatan selain kawasan Timur Tengah, terutama Arab Saudi yang saat ini tengah dalam status moratorium.

Pemerintah tidak hanya memperhatikan peluang kerja di Taiwan dan kualitas calon TKI sebelum diberangkatkan ke negara itu, tapi juga TKI purna penempatan melalu program motivator untuk calon TKI, sekaligus mengajarkan bahasa Mandarin dan karakteristik keluarga Taiwan.

Bahkan, untuk para TKI yang akan mengakhiri masa kontrak, diberikan pelatihan kewirausahaan dengan mengundang narasumber yang berkompeten dengan tujuan agar upah yang selama ini diperoleh menjadi modal usaha untuk berwirausaha di Tanah Air atau membentuk kelompok wirausaha.

Reyna menuturkan Kemenakertrans akan menindaklanjuti peluang kerja di Taiwan itu dengan melakukan koordinasi dengan PPTKIS (Pelaksana Penempatan TKI Swasta) dan lembaga terkait, seperti KDEI untuk mempersiapkan TKI yang akan bekerja ke negara itu.

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Yudie Thirzano
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
4 KOMENTAR
147860 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Michael Polowijo-Sabtu, 28 Juli 2012 Laporkan
    jangan cuman menulis dibutuhkan 40.000 TKi ke Taiwan,, tolong teman2 wartawan juga menulis biayanya berapa,, pemerintah yg transparan dong tentang biayanya,, pengalaman lain PJTKI lain Biayanya,,
  • ali hakim-Jumat, 4 Mei 2012 Laporkan
    saya.pun.berminat..tp.yang.jd.kendala.ya.di.ongkosnya.tu.yang.terlalu.mahal..
  • Whateverdidyoucall-Sabtu, 21 Januari 2012 Laporkan
    Salam sejahtera Biaya TKI mahal . . Padahal tiket pesawat berapa c Visa, pasp0rt jg ga lebih dr 2jt Eh, biaya lewat PT bsa nyampe 45jt Padahal gaji ga seberapa, cuma 17rb NTD. Kurs 2.900 rupiah an. Duit 45 jt kerja berapa bulan bsa ngebalikin y Sama aja k
  • Much To Diyan-Sabtu, 22 Oktober 2011 Laporkan
    memang byk sih peminat yg mau bekerja di taiwan tapi keinginan itu musnah akibat besarnya uang pembayaran dan potongan gaji tiap bulanya.mohon pemerintah meninjau kembali soal pembayaran ini.
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas