• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 17 April 2014
Tribunnews.com

Tujuh Koruptor Aceh Peroleh Remisi 17 Agustus

Sabtu, 13 Agustus 2011 17:41 WIB
Tujuh Koruptor Aceh Peroleh Remisi 17 Agustus
TRIBUNNEWS.COM/BIAN HARNANSA
Ilustrasi koruptor

TRIBUNNEEWS.COM, BANDA ACEH - Tujuh narapidana (napi) yang tersangkut perkara korupsi dan kini mendekam di sejumlah lembaga pemasyarakatan (LP) di Aceh akan memperoleh remisi umum pada peringatan HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus. Mereka ini adalah bagian dari 1.645 napi di Aceh yang berhak mendapat pengurangan hukuman tahun ini.

Sementara itu, 44 napi lainnya langsung bisa menghirup udara bebas setelah memperoleh remisi yang secara simbolis akan diserahkan oleh Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf di LP Kahju, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum HAM Aceh, Jauhar Fardin yang didampingi Kabid Keamanan dan Pembinaan, Nazaruddin kepada Serambi Indonesia (grup Tribunnews.com) menjelaskan, dari 2.456 napi yang kini mendekam pada sejumlah penjara di Aceh, 1.645 orang di antaranya akan memperoleh pengurangan hukuman (remisi) dari pemerintah.

“Untuk bulan ini, para napi di Aceh akan memperoleh dua kali remisi. Pertama, remisi umum yang diserahkan 17 Agustus 2010, kedua remisi khusus hari-hari besar agama yang diserahkan saat Lebaran,” kata Jauhar Fardin. Untuk remisi umum yang akan diserahkan pada 17 Agustus pekan depan, katanya, 424 napi langsung memperoleh remisi dari Dirjen Pemasyarakatan Kemenkum HAM.

Dari jumlah itu, tujuh di antaranya adalah koruptor dan 417 orang terlibat kasus narkoba. Namun, Jauhar Fardin belum bisa menyebutkan nama ketujuh koruptor tersebut, karena daftar namanya belum dikirim dari Jakarta.

Sedangkan remisi yang langsung dikeluarkan penetapan SK-nya oleh Kakanwil Kemenkum dan HAM Aceh diberikan kepada 1.231 napi. Kemudian, 44 napi lainnya akan langsung menghirup udara bebas setelah memperoleh remisi umum. Namun, Kanwil Kemenkum dan HAM Aceh sejuah ini belum merilis nama ke-44 napi yang akan bebas pada 17 Agustus itu. “Remisi umum yang diberikan ini paling banyak enam bulan pengurangan masa tahanan, minimal satu bulan,” sebutnya.

Sedangkan remisi khusus untuk hari-hari besar agama maksimal akan diberikan dua bulan dan minimal 15 hari masa pengurangan masa tahanan. “Nama-nama yang akan memperoleh remisi khusus ini sudah diusulkan, dalam waktu dekat akan segera keluar. Tapi berapa jumlah yang memperoleh remisi saya belum bisa jelaskan,” ujarnya. (sup)

Editor: Yulis Sulistyawan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
149166 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas