• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 23 Agustus 2014
Tribunnews.com

Jenderal Polisi Hoegoeng Lulusan Seminari Menengah Mertoyudan

Minggu, 14 Agustus 2011 23:03 WIB

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, MAGELANG - Polri ternyata memliki hubungan erat dengan Seminari Menengah Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah. Hubungan yang bersifat sejarah ini tidak diketahui oleh bangsa Indonesia sejalan dengan berlalunya waktu.

Kepala Pusat Sejarah Polri Brigjen Pol AA Maparessa mengungkapkan bahwa seminari menengah Mertoyudan, yang didirikan sejak 1912, inilah cikal bakal lahirnya Kepolisian Republik Indonesia. Dari pendidikan tahun 1946 – 1948, telah dihasilkan dua Kapolri antara lain Jenderal Polisi Hoegoeng Iman Santora yang dilantik pada 1 Mei 1968.

Sementara itu, Putut Prabantoro menyatakan Polri pada saat ini menghadapi tugas yang amat berat. “Kami berharap, Polri yang sudah dewasa pada saat ini dapat menjalankan tugasnya dengan adil, jujur, adil, berani dan sekaligus berwibawa. Seminar ini juga mengirimkan seruan damai kepada bangsa Indonesia yang berada dalam karut marutnya politik. Ketika dilahirkan, Polri juga langsung menghadapi karut marutnya keamanan karena masih berada dalam perang kemerdekaan, “ kata Putut selaku Ketua Seminar kebangsaan, “SEMINARI UNTUK BANGSA INDONESIA” di Seminari Menengah St. Petrus Canisius Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (13/8/2011).

Hadir sebagai pembicara lainnya adalah Letjen TNI (P) Kiki Syahnakri  (Mantan Wakil KASAD), Pos M Hutabarat (Dirjen Pothan Kemenhan), Kol. CPL Jan Pieter Ate  (Kabag Dokumentasi Kemenhan) dan dipandu oleh Kornelius Purba (Senior Managing Editor The Jakarta Post)
 
Menurut Putut, seminar ini juga mengajak Polri mengingat kembali roh yang suci ketika dilahirkan. Polri harus dapat menjalankan tugasnya dengan berwibawa serta terhormat seperti ketika ia dilahirkan di seminari ini. “Ini semua dilakukan demi Indonesia yang satu dan tak terbagi. Ada pesan damai dari seminari Mertoyudan untuk bangsa Indonesia. Seperti pepatah mengatakan, damai sekecil apapun lebih bermanfaat daripada perseteruan sehebat apapun,” ujar Putut Prabantoro yang juga Ketua Geraka Ekayastra Unmada – Semangat Satu Bangsa.
 
Pada 17 Juni 1981,  Ikatan Keluarga Besar Ex Siswa Sekolah Inspektur Polisi Mertoyudan  (IKABA EXSADA) memasang prasasti dan menyerahkan tanda penghargaan kepada seminari menengah Mertoyudan atas peran serta sekolah calon pastor (pemuka agama Katolik) ini dalam ikut mendukung kelahiran POLRI dan Akademi Kepolisian Negara yang sekarang disebut PTIK.

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Prawira Maulana
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
149529 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas