Harry Ponto Terima Permohonan Maaf Dua Media

Dua media di lingkup Grup MNC, Harian Seputar Indonesia dan situs berita Okezone secara terbuka menyampaikan permohonan maaf

Harry Ponto Terima Permohonan Maaf Dua Media
MNC.co.id
Koran seputar Indonesia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua media di lingkup Grup Media Nusantara Citra (MNC), Harian Seputar Indonesia dan situs berita Okezone secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada Harry Ponto selaku kuasa hukum Siti Hardianti Rukmana.

Permohonan maaf itu diterbitkan pada pemberitaan edisi Kamis (25/08/2011), serta merupakan bentuk hak jawab atas pelanggaran kode etik jurnalistik yang dilakukan media tersebut.

“Harian Seputar Indonesia dan situs berita Okezone menerbitkan setidaknya 29 pemberitaan antara 16 April 2011 hingga 4 Juni 2011 yang langsung atau tidak langsung terkait dengan diri saya, selaku kuasa hukum Ny Siti Hardiyanti Rukmana,” kata Harry Ponto dalam siaran pers yang diterima redaksi, Jumat (26/08/2011).

Harry juga membantah pemberitaan bahwa dalam kapasitasnya selaku kuasa hukum Siti Hardianti Rukmana pernah menemui Robert Bono dan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Syahrial Sidik. “Seluruh pemberitaan tersebut jelas-jelas juga menyebutkan hanya bersumber dari kabar yang beredar atau rumor,” katanya.

Akibat pemberitaan tidak berimbang itu, media milik Hary Tanoesoedibjo dinilai berlaku tidak profesional karena menyebarluaskan informasi berdasarkan rumor secara berulang-ulang, sehingga merugikan kredibilitasnya.

Selain itu, pemberitaan kedua media terkait dirinya banyak mendaur-ulang informasi dari narasumber yang sama. Bahkan, terdapat keterangan seorang narasumber dimuat dalam dua pemberitaan pada hari yang sama.

Ia mencontohkan,keterangan anggota Komisi III DPR-RI Ahmad Yani, disajikan dalam dua berita Okezone.Com yaitu 18 dan 27 April 2011. Keterangan Ahmad Yani juga muncul dalam berita Harian Seputar Indonesia edisi 18 April 2011. Pernyataan itu didaur-ulang hingga tujuh kali, yaitu pada edisi 22 April 2011, 23 April 2011, 25 April 2011, 27 April 2011, 2 Mei 2011, 4 Mei 2011, dan 16 Mei 2011.

Selain itu, keterangan Suparman Marzuki, Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi Komisi Yudisial, disajikan dalam Harian Seputar Indonesia tertanggal 18 April 2011, juga didaur-ulang hingga empat kali, yaitu pada 19 April 2011, 20 April 2011, 23 April 2011, dan 26 April 2011.

“Saya mengadu ke Dewan Pers, lembaga yang oleh Undang-Undang No 40/1999 tentang Pers mendapat mandat untuk menyelesaikan masalah-masalah terkait pelanggaran Kode Etik Jurnalistik,” kata Harry.

Dewan Pers, lanjutnya, setelah memeriksa kasus itu dan meminta klarifikasi kedua pihak melalui pertemuan di Sekretariat Dewan Pers, Jakarta, pada 4 Agustus 2011 menyatakan bahwa 12 berita Seputar Indonesia dan 13 berita www.okezone.com melanggar Pasal 1, 2, dan 3 Kode Etik Jurnalistik (KEJ) karena tidak berimbang, menggunakan narasumber yang tidak kredibel, dan tidak melakukan uji informasi.

Sebagai tindak lanjut pengaduan tersebut, pada 8 Agustus 2011 ditandatangani Hasil Penyelesaian Pengaduan Kode Etik Jurnalistik antara Harry Ponto selaku Pengadu, Harian Seputar Indonesia dan www.okezone.com selaku para Teradu, dan Dewan Pers.

“Sesuai hasil penyelesaian pengaduan kami, Harian Seputar Indonesia dan www.okezone.com  memuat hak jawab serta meminta maaf kepada saya dan pembaca,” katanya.

Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Yudie Thirzano
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help