• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 31 Juli 2014
Tribunnews.com

Kereta Api Presiden SBY Bak Kamar Hotel Eksekutif

Sabtu, 27 Agustus 2011 06:45 WIB
Kereta Api Presiden SBY Bak Kamar Hotel Eksekutif
Tribunnews.com/MBR/Felix Jody K.
Meski terlihat belum begitu ramai, memasuki H-6 Lebaran arus pemudik sudah mulai berdatangan. Beberapa pemudik bahkan harus kehabisan tiket kereta api. Stasiun Senen, Jakarta, Rabu (24/08/2011). (Tribunnews.com/MBR/Felix Jody K.)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggunakan jasa angkutan kereta api (KA) kelas eksekutif dalam perjalanannya dari Tegal menuju Jakarta, Jumat (26/8/2011).

Presiden berada di Tegal dalam rangka Safari Ramadhan bersama istri Ny Ani Yudhoyono dan beberapa menteri anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II di beberapa wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Presiden SBY menggunakan kereta api khusus untuk Presiden. "Itu kereta api buat Presiden. Sama halnya Presiden mendapat pelayanan pesawat khusus Presiden. Sebagai kepala negara tentu ada kekhususan untuk itu. Dimana-mana negara lain seperti itu," kata Menteri Perhubungan Freddy Numberi yang ikut dalam rangkaian kereta api itu.

Yunior Manajer Eksternal Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) H Situmorang menegaskan jenis kereta api yang digunakan Presiden dan rombongan dinamakan "Perjalanan Luar Biasa RI 1".

Ada 10 gerbong kereta api yang digunakan Presiden dan rombongan terdiri atas 2 gerbong lokomotif, 3 gerbong eksekutif, 3 gerbong wisata, 1 gerbong ruang makan, dan 1 gerbong kereta power (pembangkit).

Yang unik kereta api Presiden bermotif batik dan disertai beberapa lukisan budaya nusantara yakni rumah adat Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Namanya kereta api untuk Presiden tentu saja lebih baik dibandingkan kereta api biasa untuk umum. Tempat duduknya terbuat dari sofa yang empuk, luas, seperti layaknya di pesawat kelas eksekutif.

Di dalamnya ada ruangan untuk makan bersama terdiri dari meja makan, kursi, dan lemari makanan serta kamar mandi.Persis seperti kamar hotel berbintang, di dalam kereta didesain untuk menimbulkan kenyamanan bagi para penumpangnya.

Dengan tentu saja dilengkapi dengan pendingin ruangan (AC/air conditioner), bunga warna-warni dalam pot, meja kerja, dan pencahayaan yang dirancang khusus memberi kenyamanan bagi penumpangnya.

Freddy Numberi mengatakan kereta api Presiden ini hanya digunakan oleh Presiden. "Memang itu kereta api lama namun terus diperbaiki dan senantiasa di-upgrade," ujar Freddy.

Kendati menaiki kereta api yang super ekslusif itu namun nyatanya Presiden SBY tampaknya kurang enjoy (menikmati) perjalanannya. Ini disebabkan dalam perjalannya itu, Presiden merasa kurang nyaman atas pemandangan yang dilalui rute kereta api dari Tegal menuju Stasiun Gambir Jakarta.

"Saya tersentuh, malu dalam perjalan pulang menggunakan kereta api saya melihat kiri dan kanan pemandangan yang tidak sedap, kotor sekali," kata SBY dalam acara buka puasa bersama dengan para wartawan di Istana Negara Jakarta, Jumat (26/8/2011), sore, beberapa saat setelah tiba dari perjalanannya dengan kereta api.

SBY mengatakan pemandangan kotor itu menjadi tontonan gratis bagi dirinya termasuk para menteri dan para tamu mancanegara yang ikut dalam perjalanan kereta api itu.

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
1 KOMENTAR
154220 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • daniel napitupulu-Sabtu, 27 Agustus 2011 Laporkan
    hendak^y ucapan malu yg terlontar bukan sekedar omongan.dahulukan kepentingan rakyat n bukan kepentingan kerabat/kalangan yg slalu menjadikan rakyat sebagai korban
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas