Minggu, 21 Desember 2014
Tribunnews.com

Migrant Care Kecam Pemberian Gelar Kepada Raja Malaysia

Minggu, 16 Oktober 2011 19:30 WIB

Migrant Care Kecam Pemberian Gelar Kepada Raja Malaysia
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berbicara kepada wartawan terkait sejumlah bencana yang terjadi belum lama ini, di kediaman presiden Cikeas, Jawa Barat, Jumat (14/10/2011). Presiden selaku Ketua ASEAN bersimpati atas terjadinya gempa di sejumlah negara Asia Tenggara dan gempa di Bali. (tribunnews/herudin)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Organisasi masyarakat pemerhati buruh dan tenaga kerja Indonesia (TKI), Migrant Care mengecam keras pemberian Gelar Bintang Kehormatan kepada Raja Malaysia (Yang Dipertuan Agong) oleh Presiden SBY hari ini.

"Untuk diketahui, hingga hari ini masih ada ratusan buruh migran Indonesia terancam hukuman mati dan ribuan lainnya menjadi korban pembunuhan, perkosaan dan kekerasan lainnya," tagas Ketua Migrant CARE Anis Hidayah, Minggu (16/10/2011).

Ditegaskan, penganugerahan gelar tersebut juga menyakiti perasaan korban yang notabene adalah warga negara yang mayoritas tidak mendapat keadilan di Malaysia.

Pihak Istana Kepresidenan melalui Juru Bicara Presiden, Julian Aldrian Pasha, menjawab mengenai polemik itu.  "Ini adalah penghargaan tertiggi yang diberikan oleh negara. Bapak Presiden pernah mendapatkan penghargaan bintang tertinggi dari kerajaan Malaysia pada tahun 2008. Dan ini adalah suatu resiprokal dan pemberian bintang penghargaan yang lazim diberikan antara dua negara yang bersahabat,"kata Julian.

 

Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Yudie Thirzano

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas