• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 April 2014
Tribunnews.com

Saksi: Mekanisme Transaksi Asian Agri Sesuai Standar

Jumat, 21 Oktober 2011 06:02 WIB

Laporan wartawan tribunnews.com, samuel febriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kembali menyidangkan kasus dugaan penggelapan pajak  PT Asian Agri dengan terdakwa Suwir Laut, Manajer Pajak perusahaan tersebut, kemarin.

Agenda sidang adalah mendengar keterangan ahli yang diajukan oleh pihak Suwir Laut, yaitu Ketua Pelaksana Harian Komisi Minyak Sawit Indonesia, Rosediana.

Dalam kesaksiannya, Rosediana mengatakan, mekanisme transaksi perusahaan perkebunan kelapa sawit ini sesuai standar perdagangan yang berlaku.

"Transaksi yang dilakukan Asian Agri wajar dan sesuai  dengan standar perdagangan yang berlaku," katanya di dalam persidangan.

Ia menjelaskan, instrumen yang digunakan dalam pemasaran minyak sawit seperti transfer pricing, hedging, forward contract dan sebagainya telah diatur dalam UU Bursa Komoditi Indonesia.

Hal ini dikatakan Rosediana terkait dakwaan Jaksa penuntut Umum (JPU) bahwa Asian Agri melakukan penjualan minyak terhadap perusahaan sendiri untuk mengakali pajak, walaupun hal tersebut diperbolehkan oleh UU.

"Penentuan transfer princing adalah suatu kebijakan dari perusahaan untuk menjual ke afiliasi yaitu manajemen resiko mengurangi kerugian. Seperti saya jual ke perusahaan di Hongkong, dari Hongkong dijual lebih mahal. Itu lazim, wajar dan biasa, baik menurut UU kita maupun menurut OICB (perkumpulan negara penghasil minyak sawit)," kata Rosediana di depan majelis hakim yang dipimpin Martin Ponto.

Ahli lainnya yang juga dihadirkan dalam persidangan oleh Suwir Laut adalah, ahli agrikultur Institut Pertanian Bogor (IPB), Dhamayanti Adhidarma. Dalam keterangannya ia menyatakan berdasarkan riset kebun Asian Agri telah menerapkan prinsip Good Agriculture Practice.

Keterangan ahli agrikultur IPB ini terkait dakwaa JPU yang menyatakan Asia Agri membuat laporan fiktif adanya biaya riset untuk menghindari pajak.

"Budidaya kelapa sawit di enam kebun Asian Agri sesuai dengan good agriculture practice. Dalam pengelolaan lahan, yaitu dari membuka, memelihara dan memanen sesuai SOP," kata Dhamayanti.

Dhamayanti melakukan riset pada 2002-2006 dan 2008-2010. Riset dilakukan di 6 perkebunan di Sumatera Utara, Jambi, dan Riau. Dalam melakukan riset, tim IPB melakukan riset kandungan tanah, ekologi hingga proses perawatan dan pemanenen.

Hingga saat ini, Asian Agri memiliki 158 ribu hektar kebun dengan 28 kebun inti dan 3 plasma yang tersebar di 3 provinsi.

"Kelapa sawit dari bibit unggul, Asian Agri juga melakukan pengendalian hama dan penyakit secara ramah lingkungan, sedikit pestisida tetapi dengan burung hantu untuk membunuh tikus, dan tanaman bermanfaat untuk membunuh hawa ulat api," terangnya.

"Dalam melakukan riset, Tim IPB melakukan riset kandungan tanah, ekologi hingga proses perawatan dan pemanenan," ungkapnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya Jaksa Penuntut Umum telah mendakwa Suwir Laut dengan pasal 39 ayat (1) huruf c Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2000 tentang Pajak. Terdakwa dituding telah menyampaikan SPT yang tidak benar atau tidak lengkap untuk tahun pajak 2002 hingga 2005 sehingga menimbulkan kerugian negara Rp1,259 triliun.
Pelanggaran terhadap pasal ini dikenai hukuman maksimal berupa kurungan penjara 6 tahun dan denda empat kali dari nilai kerugian yang diderita negara.

Kuasa hukum terdakwa, M Assegaf mengatakan keterangan saksi yang secara on the spot langsung melakukan penelitian di perkebunan Asian Agri menyimpulkan bahwa hasil perkebunan meningkat sedemikian rupa, itu membuktikan bahwa Mc Kenzie telah memberikan konsultasi yang tepat dan benar.

"Itu berarti bahwa dakwaan jaksa yang mengatakan Suwir Laut/perusahaan telah melakukan perdagangan secara melanggar hukum atau yang dikesankan sebagai perdagangan yang bersifat fiktif, dengan sendirinya telah terbantahkan berdasarkan keterangan ahli," terangnya.

Penulis: Samuel Febrianto
Editor: Prawira Maulana
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
174258 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas