• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 26 Oktober 2014
Tribunnews.com

Astaga, 70 Tentara Amerika Serikat Jaga PT Freeport

Jumat, 25 November 2011 19:10 WIB
Astaga, 70 Tentara Amerika Serikat Jaga PT Freeport
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Aktivis Relawan Pejuang Demokrasi (Repdem) melakukan aksi teatrikal yang menggambarkan penderitaan rakyat Papua saat unjukrasa di depan kantor PT Freeport Indonesia, di gedung Plaza 89, Jakarta Selatan, Rabu (2/11/2011). Repdem menginginkan pemerintah memutus kontrak dengan Freeport dan menasionalisasi perusahaan asing tersebut. (tribunnews/herudin)

Laporan Wartawan Tribunnews.com Rachmat Hidayat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam rapat Tim Pengawas Papua yang dipimpin Wakil Ketua DPR, Priyo Budisantoso terungkap, ada 70 pasukan Amerika Serikat yang masih aktif, kini berada di perusahaan PT Freeport. Hal ini diungkap oleh politisi Partai Hanura Ali Kastela. Wakil Ketua DPRD Papua, Jimmy J, saat dikonfirmasi tribun usai rapat, membenarkan hal tersebut.

Jimmy menjelaskan, tak tahu persis sejak kapan keberadaan 70 pasukan Amerika Serikat di PT Freeport. Ia menduga wajar bila ada pasukan Amerika Serikat yang mengamankan  PT Freeport.

"Jangankan pasukan asing, pasukan TNI aktif, kabarnya juga ikut menjaga PT Freeport," kata Jimmy.

Dalam rapat dengar pendapat itu, pihak pemerintah diwakili oleh Menkopolhukam Djoko Suyanto, Menkumham, Amir Syamsuddin, Mendagri Gamawan Fauzi, Panglima TNI Agus Surhartono. Selain itu, hadir juga Ketua KPU Hafiz Ansyari.

Jimmy menjelaskan, terlepas sejak kapan keberadaan pasukan Amerika Serikat di PT Freeport, Papua, kini memang sedang dalam intaian pihak asing, Amerika Serikat dan Australia.

"Dan sebenarnya, yang patut diwaspadai bukanlah OPM bersenjata. Tapi, OPM berdasi. Mereka masuk ke dalam birokrasi di Papua, mendapat jabatan enak, tapi sengaja tak menjalankan kebijakan. Dengan harapan, rakyat Papua marah," kata Jimmy.

Permasalahan di Papua, sebenarnya dapat diselesaikan bila pemerintah bersikap konsisten dalam melaksanakan Otsus Papua. Namun kenyataannya, pelaksanaannya tak dilakukan dengan baik, sehingga rakyat Papua marah.

"Kompleksitas masalah di Papua kini masih terjadi, angka buta huruf masih tinggi, dan masih banyak yang susah. Selama perut orang Papua, belum bisa kenyang, maka selama itu Pula orang Papua akan terus minta merdeka," imbuhnya seraya mengatakan, pasukan AS di Freeport diduga memata-matai kisruh Papua.

"Dan bukan tidak mungkin, 70 orang pasukan  Amerika Serikat di PT Freeport, bertugas untuk memata-matai. Bagi orang Papua, Amerika punya sejarah. Kita mau curiga atau tidak, mereka (70 pasukan Amerika di PT Freeport) tugasnya adalah menjaga persoalan perusahaan negaranya," sergahnya.

Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Ade Mayasanto
5 KOMENTAR
186844 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • sono-Senin, 28 November 2011 Laporkan
    pantas aja negara ini ndak pernah merdeka,tentara asing masuk aja ndak tau dan sudah tau tetap aja diam saja.kasihan sekali para pejuang 45.
  • comentator-Sabtu, 26 November 2011 Laporkan
    Edan.. Gila sudah.. Masa wakil DPRD dkk bs
    ga tau kpn 70 militer amrik bs ada
    disitu.. Emg mereka ga izin dulu apa?? Pun
    cm berjaga, sharusnya ada laporan atw izin
    dulu gt.. Berarti indo ud gampang bgt
    disusupin yak.. Percuma ada kalian duduk
    sbg wa
  • Fahrur Rozi-Sabtu, 26 November 2011 Laporkan
    papua merdeka aja dari pada ikut indonesia menderita selamanya...
  • Aviva Nuansa-Jumat, 25 November 2011 Laporkan
    LANJUTKAN!!!
  • rizal arwana-Jumat, 25 November 2011 Laporkan
    pemerintah kita memang payah..gimana menegakan kedaulatan bangsa..tentara asing dibiarkan beroperasi di papua..kelihatannya pemerintah kita tunduk pada pemerintah AS sehingga menerima penempatan tentaranya di papua..
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas