• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 Juli 2014
Tribunnews.com

Polisi Indonesia Dapat Tiga Kapal Hibah Australia

Selasa, 6 Desember 2011 15:24 WIB
Polisi Indonesia Dapat Tiga Kapal Hibah Australia
Abdul Qodir/Tribunnews.com
Kapal hibah dari Australia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepolisian Federal Australia (Australia Federal Police/AFP) menghibahkan tiga kapal patroli kepada Kepolisian RI. Serah terima tiga kapal hibah tipe C itu dilaksanakan oleh Menteri Dalam Negeri Australia Brendan O'Connor kepada Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo di Mako Ditpolair Baharkam Polri, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (6/12/2011).

Ketiga kapal hibah dari Australia yang telah diberi nama itu adalah kapal Gagak-017, Kapal Sikatan-018, dan Kapal Pelatuk-019. Ketiga kapal tersebut memiliki panjang 16 meter dan lebar sekitar 4 meter serta dapat menempuh kecepatan 35 knot.

Bahan badan kapal terbuat dari marien grade almunium-5083 plate dan 6061/6082 extrusions dan badan kapal di atas dek utama terbuat dari marien grade alumunium-5083 dan 6061/6082 ekstrusions.

Dalam kesempatan itu, Timur mengatakan ketiga kapal hibah Australia tersebut akan membantu kepolisian air Indonesia untuk menekan angka kriminalitas di wilayah perairan.

"Wilayah Indonesia sangat membutuhkan kapal-kapal berakselarasi tinggi untuk mengamankan wilayah laut 12 mil," kata Timur.

Menurutnya, hibah ini merupakan hasil hubungan kerjasama yang baik antara kedua pihak. Namun, Timur menekankan ketiga kapal Australia itu diharapkan mencegah kejahatan transnasional, terutama perdagangan manusia yang selama ini menjadi masalah tersendiri bagi pemerintah Australia.

Ketiga kapal dari Australia itu akan ditempatkan di sejumlah polda yang membutuhkan. "Kami memerlukan lebih banyak lagi, selain pengadaan sendiri maupun bantuan Australia dan Singapura," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Timur bersama pejabat Kementerian Dalam Negeri Australia menyempatkan diri untuk berkeliling dengan kapal hibah ke sekitar wilayah perairan Tanjung Priok.

Selain itu, Timur juga meresmikan operasional kapal angkut personel milik Polair, Kapal Abimanyu. Kapal yang dipesan dari PT Dumas, Tanjung Perak, Surabaya seharga Rp 48,8 miliar itu, memiliki panjang 49,50 meter dan kecepatan berlayar mencapai 15 knot, serta mampu menampung 100 personel.

Brendan O'Connor mengatakan, alasan pemerintahannya menghibahkan ketiga kapal yang tidak murah itu semata-mata untuk kerjasama penanganan kejahatan transnasional.

"Kami memerangi kejahatan narkotika, penyeludupan narkotika, dan perdagangan manusia. Jadi, kapal ini sangat membantu dalam memerangi kejahatan-kejahatan tersebut," ujarnya.

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Johnson Simanjuntak
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas