Senin, 25 Mei 2015
Tribunnews.com

Nazaruddin Kirim Surat untuk Hakim

Rabu, 11 Januari 2012 13:49 WIB

Nazaruddin Kirim Surat untuk Hakim
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Selatan, dengan agenda jawaban penuntut umum atas eksepsi Nazaruddin, Rabu (14/12/2011). Dalam persidangan, jaksa penuntut umum KPK menolak semua eksepsi yang dilakukan Nazaruddin dan penasehat hukumnya. (tribunnews/herudin)


Laporan Abdul Qodir

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terdakwa kasus suap Wisma Atlet Muhammad Nazaruddin mengirimkan surat kepada majelis hakim karena tidak bisa menghadiri sidangnya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, pada Rabu (11/1/2012).

Dalam surat yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, I Kadek Wiradana, Nazar mengaku sakit dan ia meminta sidang yang mengagendakan pemeriksaan tiga saksi tetap digelar tanpa kehadiran dirinya atau in asentia.

"Jadi, (meminta) sidang dijalankan, tanpa kehadiran saya. Hormat saya, Muhammad Nazaruddin," kata Kadek saat membacakan surat dari Nazar.

Setelah pembacaan surat tersebut, JPU menghadirkan dokter Rutan Cipinang, dr Yulius M Sumarli.  Dalam keterangannya di persidangan, Yulius menyatakan tahanan kasus suap Wisma Atlet Muhammad Nazaruddin mengalami muntah empat kali dan menglurh sakit pada bagian ulu hati.

Menurutnya, saat pemeriksaan pada Selasa (10/1/2012) kemarin, Nazar mengeluh sakit ulu hati dan terasa terbakar hingga tembus ke tubuh bagian belakang. Bahkan, saat itu Nazar muntah.

Hasil pemeriksaan medis di poliklinik rutan saat itu, kata dr Yulius, diketahui kondisi tensi darah baik, nadi 90 kali per menit, dengan diagnosisnya adalah mengalami Gaskritis akut.

Halaman12
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Gusti Sawabi
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas