• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 21 Agustus 2014
Tribunnews.com

Nazaruddin Kirim Surat untuk Hakim

Rabu, 11 Januari 2012 13:49 WIB
Nazaruddin Kirim Surat untuk Hakim
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Selatan, dengan agenda jawaban penuntut umum atas eksepsi Nazaruddin, Rabu (14/12/2011). Dalam persidangan, jaksa penuntut umum KPK menolak semua eksepsi yang dilakukan Nazaruddin dan penasehat hukumnya. (tribunnews/herudin)


Laporan Abdul Qodir

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terdakwa kasus suap Wisma Atlet Muhammad Nazaruddin mengirimkan surat kepada majelis hakim karena tidak bisa menghadiri sidangnya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, pada Rabu (11/1/2012).

Dalam surat yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, I Kadek Wiradana, Nazar mengaku sakit dan ia meminta sidang yang mengagendakan pemeriksaan tiga saksi tetap digelar tanpa kehadiran dirinya atau in asentia.

"Jadi, (meminta) sidang dijalankan, tanpa kehadiran saya. Hormat saya, Muhammad Nazaruddin," kata Kadek saat membacakan surat dari Nazar.

Setelah pembacaan surat tersebut, JPU menghadirkan dokter Rutan Cipinang, dr Yulius M Sumarli.  Dalam keterangannya di persidangan, Yulius menyatakan tahanan kasus suap Wisma Atlet Muhammad Nazaruddin mengalami muntah empat kali dan menglurh sakit pada bagian ulu hati.

Menurutnya, saat pemeriksaan pada Selasa (10/1/2012) kemarin, Nazar mengeluh sakit ulu hati dan terasa terbakar hingga tembus ke tubuh bagian belakang. Bahkan, saat itu Nazar muntah.

Hasil pemeriksaan medis di poliklinik rutan saat itu, kata dr Yulius, diketahui kondisi tensi darah baik, nadi 90 kali per menit, dengan diagnosisnya adalah mengalami Gaskritis akut.

Atas dignosis itu, dr Yulius mengaku menyarankan Nazar untuk dilakukan terapi dan diberikan infus. Namun, saran dokter tersebut justru ditolak Nazar. "Namun saat mau dinfus, yang bersangkuta menolak," kata dr Yulius yang mengenakan seragam Ditjen PAS.

Saat hendak dibawa ke pengadilan, sekitar pukul 08.00 WIB, dr Yulius mengaku kembali melakukan pemeriksaan kepada Nazar.

Masih dengan keluhan yang sama dan kondisi kesehatan yang sama, dan telah disarankan untuk diinfus, tapi tetap saja Nazar menolaknya. Saat pemeriksaan kali ini, kata dr Yulius, Nazar mengalami empat kali muntah setelah memakan biskuit.

Atas keterangan dokter rutan tersebut, majelis hakim meminta waktu untuk merundingkan masalah kesehatan Nazar ini sebelum mengambil keputusan lebih lanjut. Dan sidang dinyatakan di-skors selama 15 menit. Namun, sidang belum juga dibuka kendati waktu skors lebih dari 15 menit.

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Gusti Sawabi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas