Pilot Pesta Narkoba

Linsensi Pilot dari Menhub Dipertanyakan

Lisensi yang dikeluarkan Menteri Perhubungan ini diperoleh setelah yang bersangkutan memenuhi persayaratan administrasi, sehat jasmani rohani

Linsensi Pilot dari Menhub Dipertanyakan
Tribun Kaltim/Geafry Necolsen
Upaya evakuasi pesawat lion air di Bandara Sepinggan, Minggu (23/10/2011)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Sigit Sosiantomo mengingatkan Pemerintah sudah saatnya membentuk Badan Sertifikasi Laikudara Independen berstandar internasional.

Apalagi dengan peristiwa tertangkapnya pilot aktif yang sedang pesta sabu-sabu di Makassar kemarin. Menurutnya pilot yang mengkonsumsi narkoba juga terjadi 4 bulan sebelumnya di Tangerang. "Ironisnya, kedua pilot ini berasal dari maskapai yang sama”,  ungkap Sigit Sosiantomo di Jakarta, Kamis (12/1/2012).

Dia menyayangkan berulangnya kasus pilot aktif yang melakukan pesta narkoba. Menurutnya, ini mengindikasikan lisensi laikudara yang diberikan pada pilot tidak mengikuti standar internasional.

"Seharusnya saat uji kesehatan, terutama pengujian kadar narkotika dalam darah dan urine yang dilakukan secara berkala sudah dapat mendeteksi seorang calon pilot bebas dari narkotika atau sebaliknya," sambung Politisi FPKS dari Dapil Jatim ini dalam siaran persnya.

Menurutnya, Pasal 58 UU no. 1 tahun 2009 tentang Penerbangan menyatakan tentang kewajiban memiliki lisensi bagi setiap personel pesawat udara. Lisensi yang dikeluarkan Menteri Perhubungan ini diperoleh setelah yang bersangkutan memenuhi persayaratan administrasi, sehat jasmani dan rohani, memiliki sertifikasi kompetensi di bidangnya dan lulus ujian.

Lebih lanjut ia menjelaskan dengan memiliki badan sertifikasi independen, akan memudahkan Menteri Perhubungan untuk melakukan tindakan pengawasan dan penalti jika terjadi masalah.

"Hal ini berbeda dengan kondisi yang ada hingga saat ini, konflik kepentingan akibat fungsi pelaksanaan dan pengawasan dilakukan satu lembaga menurunkan kredibilitas lembaga sertifikasi yang ada di bawah Dirjen Perhubungan Udara," ujar Sigit.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Yudie Thirzano
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help