• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribunnews.com

Perkebunan Malaysia di Indonesia Banyak Menuai Masalah

Sabtu, 14 Januari 2012 12:43 WIB
Perkebunan Malaysia di Indonesia Banyak Menuai Masalah
Serambi Indonesia/Dede Rosadi
LSM Gempa dan ratusan massa dari 22 desa di Aceh Singkil, yang bersengketa lahan dengan PT Nafasindo, Minggu (18/12/2010), membakar replika bendera Malaysia, dalam aksi solidaritas kasus Mesuji.

Laporan wartawan tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selama ini perkebunan-pekebunan milik Malaysia yang ada di Indonesia kerap menimbulkan masalah keamanan yang berujung kepada bentrokan dan tindak kekerasan, antara pihak peusahaan dengan masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Irjen Pol (Purn) Sisno Adiwinoto di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat saat ditemui setelah menjadi pembicara dalam diskusi Polemik Sindo Radio dengan tema ‘RUU Kamnas dan Keamanan Kontemporer, Sabtu (14/1/2012).

“Terus perlu diketahui, yang banyak kasus (masalah perkebunan) ini perusahaan Malaysia, harusnya itu dijangkau oleh Undang-Undang Keamanan Nasional,” ungkap mantan Kapolda Sulawesi Selatan ini.

Hal tesebut sangat penting untuk mengetahui keberadaan perkebunan milik warga Malaysia, dalam rangka menjaga keamanan dan kestabilan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kini mencuak dengan konflik-konflik perkebunan.

“Apakah memang Malaysia itu mengirim teror ke Indonesia atau menginginkan supaya ribut di kebun-kebun di Indonesia, akhirnya sawit dia (Malaysia) yang tetap laku, karena itu biasanya peusahaan Malaysia,” ungkapnya.

Kasus Mesuji merupakan gambaran nyata bahwa masyarakat merasa terusik yang akhirnya menimbulkan bentrokan dengan pihak perusahaan.

Ujung dari konflik tersebut adalah jatuhnya korban jiwa.

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Anwar Sadat Guna
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
204821 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas