Senin, 3 Agustus 2015
Tribunnews.com

SBY Tersenyum Soal Penolakan Warga Atas FPI

Senin, 13 Februari 2012 22:41 WIB

SBY Tersenyum Soal Penolakan Warga Atas FPI
tribunnews.com/Faturahman/tribunnews.com/Faturahman
Sekitar 500 massa Gerakan Pemuda Dayak Kalimantan Tengah, Sabtu (11/2/2012) menduduki Apron Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya. Mereka mengadang pengurus pusat Front Pembela Islam (FPI) yang datang ke Palangkaraya untuk melantik pengurus FPI di Kalteng. (tribunnews.com/Faturahman)

Laporan Wartawan Tribunnews.com Andri Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersenyum lebar saat menanggapi penolakan warga Palangkaraya, Kalimantan Tengah terhadap Front Pembela Islam (FPI). Di hadapan wartawan, SBY berharap FPI melakukan instropeksi diri atas penolakan warga adat di Palangkaraya.

"Yang terjadi di Kalteng, ormas pasti mengerti kegiatan yang dilakukan membuat tidak nyaman bagi sebagian orang di negeri kita. Saudara-saudara kita di FPI ditolak, tidak diperbolehkan melakukan kegiatan di sana," ucap SBY saat beramah tamah dengan wartawan di Istana Negara, Jakarta, Senin (13/2/2012).

Ia mengatakan organisasi apapun sebenarnya bebas melakukan kegiatan di Indonesia. Mereka pun bebas mendirikan cabang-cabang di daerah.

"Itu adalah hak organisasi. Namun itu semua harus tetap berpatokan (ketentuan) agar kegiatan organisasi tersebut tidak bertentangan dengan Undang-undang dan tidak melanggar peraturan," ungkapnya.

SBY mengaku langsung berkomunikasi dengan Gubernur Kalimantan Tengah, dan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, dan Kepala kepolisian Timur Pradopo.

"Saya langsung komunikasi dengan Guburnur Kalteng, kemarin, dengan Menkopolhukam dan Kapolri juga," imbuhnya.

Halaman12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Ade Mayasanto
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas