• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribunnews.com

Raja Majapahit Bali Dukung Masyarakat Dayak Tolak FPI

Kamis, 23 Februari 2012 18:24 WIB
Raja Majapahit Bali Dukung Masyarakat Dayak Tolak FPI
Tribunnews
MASSA FPI- Puluhan massa FPI mendatangi Kantor Penghubung Pemerintah Provinsi Kalteng di Kwitang, Jakarta, Pusat, Jumat (17/2/2012).

TRIBUNNEWS.COM - Raja Majapahit Bali yang juga President The Sukarno Center, Dr.Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menyatakan mendukung penolakan warga suku Dayak di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, terhadap kehadiran organisasi Front Pembela Islam ( FPI ). Demikian rilis yang dikirim ke redaksi Tribunnews.com, Kamis (23/2/2012).

Dr.Wedakarna menyatakan bahwa gerakan Pamswakarsa dianggap sudah bukan jamannya lagi, karena negara sudah mempunyai alat untuk menjaga keamanan dan ketertiban negara yakni TNI–Polri.

Ia setuju jika ada gerakan di masyarakat adat yang menolak kehadiran organisasi massa yang sering mengatasnamakan agama namun citranya sering membuat kekhawatiran.

”Saya dorong agar negara itu kuat, jangan negara itu diombang–ambingkan oleh LSM. Lihat saja kasus Gereja Yasmin di Bogor, kejadian penurunan patung Buddha di Wihara di Sumatera Utara, penghancuran patung – patung Hindu di Purwakarta dan aksi sweeping yang tidak manusiawi ini menandakan sudah tidak ada Pancasila di negara ini. Saya baca dirunning text disalah satu televisi berita, bahwa Presiden RI sampai meminta FPI melakukan instropeksi diri pasca kejadian Palangkaraya. Ya memang begitu seharusnya," jelas Arya Wedakarna.

Pihaknya meminta para rakyat Bali agar bisa meniru militansi dari Suku Dayak. ”Saya justru salut dengan Suku Dayak di Kalimantan. Mereka sampai berani menutup bandara agar perusuh – perusuh tidak masuk ke tanah mereka. Seharusnya Bali harus waspada, karena kita punya pengalaman buruk ketika Bali terjadi Bom Bali I dan II. Jujur, gerakan Suku Dayak yang cinta Pancasia dan Anti - Terorisme ini sungguh membanggakan. Bali harus tiru militansi suku Dayak, ini intropeksi bagi rakyat Bali yang selama ini pasif terhadap hal – hal pertahanan adat Hindu," jelas Wedakarna.

Dan terkait dengan gerakan FPI yang dinilai membuat resah masyarakat, Raja Majapahit Bali secara tegas meminta agar ormas masyarakat yang berkedok agama ditertibkan. ”Negara jangan pernah takut dengan LSM atau ormas yang suka membuat rusuh, apalagi sampai bawa – bawa agama. Agama apapun tidak perlu dibela, yang harus dilawan itu ya kezaliman pemerintah. Bukan memusuhi agama lain. Kalau bisa, seluruh Indonesia tolak FPI jika dianggap merugikan. Masyarakat adat berhak menolak.”ungkap Raja Majapahit Bali.

Penulis: Widiyabuana Slay
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas