• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 Juli 2014
Tribunnews.com

Pemerintah Harus Jelaskan Alasan Naiknya Harga BBM

Kamis, 8 Maret 2012 21:14 WIB
Pemerintah Harus Jelaskan Alasan Naiknya Harga BBM
TRIBUNKALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Anggota Brimob dan Polresta Samarinda bersenjata Serbu (SS) 1, produksi Pindad dan mengenakan rompi pelindung melakukan latihan Dalmas dalam pengendalian masyarakat dan mengantisipasi demo yang anarkis, di Lapangan GOR Segiri, Selasa (6/3/2012) (TRIBUNKALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Anggota Komisi VII DPR, Dewi Aryani meminta pemerintah harus menjelaskan rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak(BBM) secara gamblang. Masalah mendasar yang terjadi saat ini adalah tidak transparannya cost production BBM (biaya produksi BBM) dan mengakibatkan biaya produksi dianggap membengkak.

"Seharusnya secara terbuka pemerintah menjelaskan kepada rakyat secara gamblang. Agar persoalan rencana kenaikan BBM dapat disikapi dengan lebih arif oleh pemerintah,” kata Dewi kepada Tribunnews.com, Kamis(8/3/2012).

Dewi mengatakan semua penghitungan pemasukan dan pengeluaran negara juga harus dianalisa mendalam. Sehingga komponen biaya pengeluaran negara yang sebenarnya bisa dibeberkan.

“Rakyat jangan hanya mendapat info soal beratnya negara mengelola keuangan, tapi harus dijelaskan juga bagaimana negara mengatur penerimaan dari sumber mana saja,” katanya.

Lebih jauh Dewi menyampaikan buku besar laporan keuangan PT Pertamina (Persero) melalui Menteri Keuangan harus diaudit ulang, dan dianalisa secara menyeluruh sehingga keterbukaan bisa menjadi dasar perbaikan.

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan pembahasan APBN-Perubahan 2012 juga harus menjadi momen penting bagi DPR dan pemerintah untuk dapat menghitung ulang biaya-biaya komponen dasar produksi minyak di Indonesia yang dianggap sebagai penyebab Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi naik sebesar Rp1.500 per liter.

Membengkaknya biaya produksi lanjut Dewi seharusnya bisa dijelaskan secara menyeluruh terutama bagaimana cara menghitung komponen harga dasar bahan bakunya. Bukan itu saja, harus dapat dibedakan bahan baku yang diperoleh dari impor dan bahan baku dari dalam negeri.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Willy Widianto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
336102 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas