Semalam Bersama Pecandu Narkoba

Pecandu Langsung Diputus dari Narkoba

RESIDEN sebutan untuk pasien yang menjalani perawatan di Unit Terapi dan Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Lido

Pecandu Langsung Diputus dari Narkoba
Tribunnews.com/Domu D Ambarita
Sejumlah residen (pecandu) menjalani seman pengobatan Unit Terapi dan Rehabiltiasi Badan Narkotik Nasioanal (BNN) Lido Kabupaten Bogor, Jawa Barat sedang mengikuti senam di depan gedung utama, Jumat (2/3/2012). (Tribunnews.com/Domu D Ambarita)

RESIDEN sebutan untuk pasien yang menjalani perawatan di Unit Terapi dan Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Lido, Kabupaten Bogor, berasal dari dari beragam latar belakang. Ada swasta, ada PNS, anggota polisi, artis, bahkan pilot.

Ada karena terjerat kasus yakni ditangkap polisi saat mengonsumsi narkoba atau bahkan bandar narkoba, ada residen titipan instansi pemerintah seperti PNS, anggota polisi, dan ada pula relawan (volunteer) yang diserahkan pihak keluarga untuk menjalani pemulihan dari ketergantungan narkoba.

Program terapi dan rehabiltiasi berjalan selama 12 bulan. Sejak dari awal, saat masuk, pasien atau residen menjalani screening intake, kemudian menjalani detoksifikasi selama dua minggu. Pada tahap ini, pencandu narkoba langsung diputusa dari narkoba, termasuk dari bahan substitusi.

"Kalau di tempat lain masih dikasis obat substitusi seperti terapi metadon yang masih ada zat adiktifnya dan diizinkan Perserikan Bangsa-bangsa digunakan sebagai bagian dari terapi, sedangkan di Lido, pasien tidak diberi sama sekali. Kalaupun ada residen yang mengalami sakaw atau gejala putus obat atau withdrawal syndrome, pihak BNN tidak memberi narbota dosis lebih rendah.

"Kami hanya menanggulangi gejala traumatisnya. Misal kalau demam ya dikasih obat penurun demam, kalau nyeri dikasih obat antinyeri, atau kalau ada gangguan emosi kejiwaan diberi penenang," ujar dokter Danu Cahyono, selaku penanggung jawab Entry Unit UPTTR BNN Lido.

Selepas masa detoksifikasi dua pekan, dan residen tidak lagi sakaw, selanjutnya memasuki tahapan perawatan Entry Unit. Di sini, gejala penyimpangan emosi dan kejiwaan ditangani psikolog dan psikiater.

Kalau residen sudah stabil, selanjutnya memasuki Primary House. Tahapan di sini 6 bulan yang menjalani rehab di Primary House. Bangunan ini berlantai tiga, dan merupakan bagunan terbesar-termegah. Bagi pecandu pemula, yakni bagi yang baru pertama kali memasuki panti rehab dimasukkan di House of Green di lantai 2.

Sedangkan pecandu menahun dan yang sudah berulang kali masuk panti menempati House of Hope di lantai 3. Di gedung ini total 187 orang. 120 orang di kelas green (hijau), dan 67 orang di kelas hope (harapan).

Ruang perawatan lainnya adalah House of Change, yang umumnya menampung pecandu dari kalangan pegawai pemeritah maupun profesional, seperti anggota polisi maupun pilot. Ada pula panti rehab khusus wanita. Pekan lalu, wanita berjumalh 30 orang.

Tahapan sebelum pemulangan kepada keluarga, yang disebut Re-Entry. Fase ini, terapi diberi selama 5 bulan. Saat tahap ini, residen mulai diberi kelonggaran. Dibolehkan pulang ke rumah kelaurga beberapa hari, atau dibolehkan bepergian keluar panti pada sore dan kembali lagi malam harinya.

Sekadar menyebut nama, personel Kangen Band, Andika dan Izzy, kemudian Sammy volkais Kerispatih,  jalani rehabilitasi di Lido. Vokalis Krispatih Sammy pun pulih setelah menjalani rehabilitasi di sini. Pilot Lion Air Hanum Adhyaksa yang diringkus tim BNN pimpinan Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Brigadir Jenderal Benny Mamoto, ketika pesta narkoba di Studio Karaoke 33 Grand Clarion Makassar, 10 Januari lalu, masih menjalani terapi di Lido. (tribunnews/ferdinan waskita)

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved