Sabtu, 22 November 2014
Tribunnews.com

Istri John Kei: Kaki Suami Saya Bengkak Lagi

Sabtu, 10 Maret 2012 18:18 WIB

Istri John Kei: Kaki Suami Saya Bengkak Lagi
/adhy kelana
Tersangka Pembunuhan Dirut PT Sanex Steel Indonesia Tan Harry Tantono, John Refra Kei alias John Kei, dipindahkan dari RS Polri ke Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (9/3/2012). John langsung dibawa ke Bidang Kedokteran Kesehatan (Biddokes) Polda Metro Jaya, untuk menjalani tes kesehatan sebelum dilakukan penahanan. (WARTA KOTA/Adhy Kelana)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hari ini merupakan hari kedua John Kei berada di tahanan narkoba Polda Metro Jaya, terkait pembataran untuk memulihkan kakinya yang mengalami luka tembak ketika disergap polisi di Hotel C'One, Jakarta Timur beberapa waktu lalu.

Menurut istri John Kei, Yulianti yang hari ini menjenguk suaminya di tahanan, kaki John Kei membengkak, padahal sebelumnya saat dirawat di rumah sakit Kramat Jati, luka tembak John Kei sudah mulai membaik.

"Lukanya masih memprihatinkan. Ternyata waktu dipindah ke sini bengkak lagi kakinya. Kalau di sana kan (Rumah Sakit) dokternya 24 jam. Jadi kalau ada keluhan apa saja bisa kasih tahu dokter," kata Yulianti di Mapolda Metro Jaya,Jakarta, Sabtu (10/3/2012).

Yulianti mengaku tidak tahu bagaimana sistem perawatan yang dilakukan petugas terhadap suaminya yang kini mendekam di tahanan narkoba Polda Metro Jaya.

"Kalau di sini kan aku kurang tahu. Jadi ya semoga cepat sehat, tapi luka kakinya itu cukup memprihatinkan," ujarnya.

Seperti diketahui, John Kei di tangkap jajaran Polda Metro Jaya terkait kasus pembunuhan bos PT Sanex Steel Indonesia Tan Harry Tantono di Swissbell Hotel, Jakarta Pusat.

Polisi melihat dalam CCTV, John Kei bersama bos PT Sanex sesaat sebelum terjadi pembunuhan tersebut.

Kemudian polisi menyergap John Kei di C'One Hotel. Polisi menjelaskan bahwa kaki John Kei terpaksa harus ditembak karena akan melarikan diri.

Namun belakangan diketahui, kalau John Kei memiliki kadar gula darah yang tinggi, sehingga luka tembak tersebut menjadi sulit disembuhkan.

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Willy Widianto

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas