• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 26 Juli 2014
Tribunnews.com

KPK Dalami Korupsi Anggaran di DPR

Senin, 12 Maret 2012 13:49 WIB
KPK Dalami Korupsi Anggaran di DPR
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Wakil Pimpinan KPK Zulkarnaen (kiri), Ketua KPK Abraham Samad (tengah), dan Mantan Ketua KPK, Antasari Azhar (kanan) berbincang saat pernikahan putri Antasari, di kediaman mempelai wanita Perumahan Les Belles Maisons, Tanggerang, Banten, Jumat (9/3/2012). Antasari yang juga terpidana kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali, Nasrudin Zulkarnaen, diberi izin untuk menghadiri akad nikah dan prosesi adat pernikahan putrinya, Andita Dianoctora. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Edwin Firdaus

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pengkajian proses penggunaan anggaran di DPR. Hal itu dilakukan berdasarkan banyaknya indikasi kasus korupsi penggunaan anggaran di gedung anggota Dewan tersebut.

"Ya kita sedang melakukan penelitian tentang segala sesuatunya yang terkait dengan anggaran DPR. Mulai dari perencanaan hingga penggunaannya," ujar Wakil Ketua KPK, Zulkarnaen saat dihubungi wartawan, Senin (12/3/2012).

Zulkarnaen menilai proses penggunaan anggaran di DPR harus dibenahi. Terlebih, pembenahan sistem yang bisa mencegah munculnya tindak pidana korupsi dari sektor penganggaran.

"Perbaikan harus lebih fokus ke sistem," tegasnya.

Adapun indikasi kasus korupsi yang ditangani KPK terkait dengan proses penggunaan anggaran di DPR di antaranya yaitu kasus suap wisma atlet SEA Games, kasus suap proyek Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah Transmihrasi (PPIDT) di Kemenakertrans, dan kasus suap Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (DPPID).

"Kerugian negara yang ditimbulkan dari kasus-kasus itu terhitung besar. Agar ke depannya tak terulang lagi," imbuhnya.

Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Willy Widianto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas