Rencana Kenaikan Harga BBM

Massa HMI Blokir SPBU di Jalan Cikini Raya

Puluhan massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan aksi blokir Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 31.103.03 di Jalan

Massa HMI Blokir SPBU di Jalan Cikini Raya
Wahyu Aji/Tribunnews.com
Massa HMI Tutup SPBU di Jalan Cikini Raya

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Puluhan massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan aksi blokir Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 31.103.03 di Jalan Cikini Raya, Kamis (15/3/2012) siang ini.

Massa menutup pintu masuk SPBU sehingga puluhan kendaraan yang akan mengisi BBM mengurungkan niatnya. Selain memblokir pintu masuk SPBU, beberapa orang juga melakukan aksi coret menggunakan pilok berwarna merah dengan tulisan "Tolak Kenaikan BBM" pada tembok dan jalan di pintu masuk SPBU.

Sebelumnya, melakukan aksi tolak kenaikan BBM dengan menutup jalan Cikini Raya depan Stasiun Cikini, Jakarta Pusat.

Sambil membawa atribut bendera HMI dan spanduk bertuliskan penolakan kenaikan BBM, puluhan massa bergerak dari Jalan Cilosari No 17, Sekretariat HMI sekitar pukul 15.45 WIB.

Terpantau arus lalu lintas di Jalan Raya Cikini yang memang selalu padat, bertambah dengan adanya aksi ini. Dan sampai saat ini belum terlihat pihak kepolisian yang berjaga. Rencananya massa juga akan memblokir Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 31.103.03 di Jalan Cikini Raya sebagai penolakan kenaikan harga BBM tanggal 1 April nanti.

Penyerangan aparat Brimob terhadap markas HMI Jakarta di Cilosari 17, Cikini, Jakarta Pusat, pada Rabu (14/3/2012) malam memancing aksi pada hari ini. Berikut kronologis penyerangan aparat yang melakukan perusakan buku-buku dan atribut HMI.

Mulanya ada sekitar tujuh orang pengurus HMI Cabang Jakarta Pusat dan Utara, yang melakukan aksi tutup jalan di daerah KFC dekat sekretariat HMI cabang se-Jakarta di Cilosari 17, Cikini. Tiba-tiba ada satu truk Brimob yang mempresur mereka untuk berhenti melakukan aksi penutupan jalan.

Parahnya, setelah kawan-kawan itu kembali ke sekretariat, diserang oleh pasukan Brimob tersebut.

"Tiga orang kader HMI ditodongkan senjata tanpa alasan yang jelas, entah apa motifnya," ujar Wakil Sekretaris Umum PTKP Badko HMI Jabotabeka-Banten, Alfian Ramadhani lewat pesan yang diterima Tribunnews.com, Jakarta, Rabu (14/3/2012) malam.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help