Rabu, 26 November 2014
Tribunnews.com

Aturan Uang Muka Kredit Kendaraan dan Rumah Sakiti Rakyat

Sabtu, 17 Maret 2012 13:20 WIB

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi PDIP, Arif Budimanta, menyatakan aturan Bank Indonesia tentang batas minimum uang muka atau down payment (DP) kredit kendaraan dan rumah akan membebani masyarakat menengah ke bawah.

"Mungkin itu bagus dari aspek kehati-hatian, tetapi tentu saja itu menyakitkan bagi rakyat, terutama rakyat yang memiliki keterbatasan dalam menyiapkan modal awal atau uang muka kredit motor atau rumah," kata Arif di Jakarta, Sabtu (17/3/2012).

Menurut Arif, aturan itu kurang tepat mengingat aturan itu berimbas pada masyarakat yang berpenghasilan pas-pasan sebagai konsumen dua produk tersebut. Rata-rata masyarakat yang mengambil kredit rumah dan motor adalah masyarakat menengah ke bawah dengan kisaran pendapatan Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta.

"Rata-rata orang yang mendapatkan rumah itu, rumah pertama, pendapatannya pas-pasan. Kemudian motor yang tadinya DP kreditnya Rp 500 ribu itu juga pendapatannya pas-pasan. Golongan menengah Indonesia itu 20 sampai 30 dolar AS pengeluarannya per hari dan itu sangat banyak," paparnya.

Arif menilai aturan BI yang satu ini baik dari aspek kehati-hatian, tetapi tidak didasari dengan realitas sosial ekonomi masyarakat.

Ia menyarankan BI untuk mempertimbangkan kembali aturan tersebut. "Mereka yang kredit motor itu kan ingin segera sampi ke tempat kerjanya. Sedangkan gajinya cuma Rp 2 juta. Itu juga yang harus dipertimbangkan oleh BI. Aspek kehati-hatian dalam rangka untuk perbankan memang perlu. Tapi, masalah kemampuan masyarakat juga harus dipertimbangkan," tandasnya.

Dalam beleid bernomor 14/10/DPNP ini BI menetapkan LTV maksimal 70 persen untuk kredit kepemilikan rumah dengan kriteria tipe bangunan di atas 70 meter persegi. Pengaturan ini dikecualikan terhadap KPR dalam rangka pelaksanaan program perumahan pemerintah.

Sementara, pengaturan DP KKB untuk motor minimal 25 persen, kendaraan bermotor roda empat untuk keperluan non-produktif minimal 30 persen, dan kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang digunakan untuk keperluan produktif minimal 20 persen.

Dengan asumsi harga motor baru minimal Rp 10 juta, konsumen kini harus menyediakan uang muka minimal sebesar Rp 2,5 juta. Padahal, selama ini masyarakat kelas bawah bisa memperoleh motor baru hanya dengan uang muka sebesar Rp 500 ribu.

Ketentuan LTV KPR dan DP KKB ini mulai diberlakukan pada 15 Juni 2012 atau tiga bulan sejak berlakunya Surat Edaran (sejalan dengan pengaturan oleh Bapepam-LK).

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas