Jadwal Rapat Sudah Mundur, Anggota DPR Tetap Terlambat

DPR RI menggelar Rapat Paripurna dengan enam agenda di Gedung DPR, Jakarta, pada Selasa (20/3/2012).

Jadwal Rapat Sudah Mundur, Anggota DPR Tetap Terlambat
Abdul Qodir/Tribunnews.com
DPR PEMALAS - Sejumlah kursi tampak kosong saat sidang paripurna DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, pada Selasa (20/3/2012). Peraturan jadwal sidang paripurna yang baru mundur satu jam dari jadwal sebelumnya. Namun, tetap saja masih banyak anggota DPR yang datang terlambat.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - DPR RI menggelar Rapat Paripurna dengan enam agenda di Gedung DPR, Jakarta, pada Selasa (20/3/2012). Ada enam agenda yang dibahas pada sidang ini, termasuk  pengambilan keputusan atas usul hak interpelasi atas moratorium pemberian remisi, asimilasi, pembebasan bersyarat bagi narapidana tindak pidana korupsi dan terorisme menjadi hak interpelasi DPR RI.

Sesuai kesepakatan bersama antara pimpinan DPR dan sembilan fraksi, peraturan baru menyatakan sidang paripurna dimulai pukul 10.00 WIB atau mundur selama satu jam dari jadwal sebelumnya.

Pantauan Tribunnews.com, sidang paripurna baru dimulai pukul 10.15 WIB.

Ada yang unik saat sidang akan dimulai di gedung perwakilan rakyat tersebut. Sebab, pihak DPR membunyikan bel sebanyak tiga kali seperti bel saat murid masuk kelas di SD.

Namun, bunyi bel tersebut tidak membuat sejumlah anggota DPR yang terlambat datang bergegas masuk ke ruang sidang. Mereka tampak santai mengobrol dengan rekannya di depan pintu masuk ruang rapat.

Saat bunyi bel tersebut, tercatat dalam buku absensi sebanyak 315 anggota yang hadir dari 560 anggota DPR RI. "Nanti pada pengambilan keputusan kami akan cek kembali jumlah kehadiran. Sesuai kesepakatan pimpinan dan fraksi, maka sidang paripurna kami mulai pukul 10.00 WIB," kata Wakil Ketua DPR, Pramono Anung, saat membuka sidang rapat paripurna tersebut.

Setelah sidang paripurna dibuka oleh Pramono, di depan meja absensi masih tampak belasan anggota DPR lainnya yang datang terlambat dan langsung mengisi buku absensi. "Kalau misalnya ada voting, jumlah 315 itu sudah lebih dari cukup kuorum," ujar pihak panitia absensi. ( Abdul Qodir)

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Gusti Sawabi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help