• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 1 Agustus 2014
Tribunnews.com

DPR Resmi Pilih Tujuh Anggota KPU Baru

Kamis, 22 Maret 2012 21:37 WIB
DPR Resmi Pilih Tujuh Anggota KPU Baru
kpu.go.id
Logo Komisi Pemilihan Umum (KPU)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Qodir

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tujuh orang terpilih secara sah sebagai anggota KPU periode 2012-2017 dalam pemilihan di Komisi II DPR. Ketujuh orang tersebut terpilih setelah memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan yang digelar melalui pemungutan suara atau voting dari 53 anggota Komisi II yang hadir.

Ketujuh orang yang terpilih secara berturut sesuai perolehan suara terbanyak itu, yakni Sigit Pamungkas (45 suara), Ida Budhiati (45 suara), Arif Budiman (43 suara), Husni Kamil Manik (39 suara), Ferry Kurnia Rizkiyansyah (35 suara), Hadar Nafis Gumay (35 suara), dan Juri Ardiantoro (34 suara).

"Dengan demikian apakah dapat disahkan?" tanya Ketua Komisi II, Agun Gunandjar, yang memimpin pemilihan di gedung DPR, jakarta, Kamis(22/3/2012).

Dan langsung disambut jawaban "sah" dari anggota Komisi II yang mengikuti pemilihan tersebut.

Gunandjar pun langsung mengetuk palu sekali sebagai tanda hasil tersebut telah disahkan.

Tampak sejumlah anggota Komisi II bersorak-sorai dan saling bersalaman saat mengetahui "calon jagoannya" terpilih menjadi penyelenggara pemilu, yakni Pemilu 2014 nanti.

Berikut perolehan suara 14 calon anggota KPU:

1).  Arif Budiman: 43 suara
2).  Ari Darmastuti: 31 suara
3).  Enny Nurbaningsih: 23 suara
4).  Evie Ariadne Shinta Dewi: 0
5).  Ferry Kurnia Rizkiyansyah: 35 suara
6).  Hadar Nafis Gumay: 35 suara
7).  Hasyim Asy'ari: 32 suara
8).  Husni Kamil Manik: 39 suara
9).  Ida Budhiati: 45 suara
10). Juri Ardiantoro: 34 suara
11). Moh. Adhy Syahputra Aman: 1 suara
12). Mohammad Najib: 3 suara
13). Sigit Pamungkas: 45 suara
14). Zainal Abidin: 1 suara

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Willy Widianto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
4 KOMENTAR
377802 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Ingrid Tan-Rabu, 19 Februari 2014 Laporkan
    Juru Bicara KPK sendiri tidak menyebutkan bahwa BAP Sutan di berikan ke wartawan, BAP tersebut adalah BAP siluman yg sengaja di tulis oleh orang yg tidak jelas keberadaannya dan diserahkan ke wartawan, jangan terbawa oleh berita2 yang tidak jelas kebenarannya, termasuk BAP Sutan yg bocor
  • Fathur Rozak-Rabu, 19 Februari 2014 Laporkan
    Sutan sih kasus kecil, kasus besar di SKK Migas itu ada di Effendi Simbolon, Effendi Simbolon kasusnya di peti es kan KPK?
    Temuan BPK, Effendi Simbolon yg menyebabkan kerugian negara di SKK Migas sebesar USD 8,64 juta pertahun selama 15 tahun setara dgn 1,5 Triliun
    Effendi Simbolon dengan mendesak (dengan atas nama partainya PDIP) menteri ESDM dan kepala BP Migas saat itu, agar harga jual gas untuk PT Parna Raya (pemiliknya saudara Effendi sendiri) sebesar USD 5,2/mmbtu, yg seharusnya USD 5,8/mmbtu
  • Tnggal dtnya ajh sm WK.a?
  • Lela Akbar-Kamis, 22 Maret 2012 Laporkan
    selamat deh untuk para pembuka demokrasi yang demokratis. Smg kecerobohan dua kali pemilu yang lalu, bisa ditepis dengan mengedepankan independensi dan profesionalisme, ingat pengalaman para pendahulu dalam sistem penyelenggaraan tidak bisa diabaikan, dem
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas