Rabu, 4 Maret 2015
Tribunnews.com

Yusril: BBM Naik, SBY dan Demokrat Untung Dua Kali

Senin, 2 April 2012 09:56 WIB

Yusril: BBM Naik, SBY dan Demokrat Untung Dua Kali
tribunnews/herudin
Mantan Menteri Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra (kiri)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra punya hitung-hitungan politis di balik ngototnya Partai Demokrat menaikkan harga BBM.

Pertama, jika BBM jadi naik, maka rakyat miskin akan mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT) sehingga SBY dan Demokrat mendapat pujian dari rakyat miskin. Kedua, menjelang Pemilu 2014, Yusril memprediksi harga BBM di dunia akan turun, sehingga SBY akan menurunkan lagi harga BBM. Simpati pun bakal diperoleh lagi SBY dan Demokrat.

Berikut analisa politik Yusril dalam rilis yang diterima Tribunnews.com, Senin (2/4/2012):

Partai Demokrat (PD) dan Pemerintah mulanya berkeras agar Pasal 7 ayat 6a yang diusulkan untuk ditambahkan dalam UU APBN-P,  berisi ketentuan apabila terjadi lonjakan harga minyak produksi Indonesia (ICP) rata-rata 10 persen dalam 3 bulan, maka Pemerintah berwenang menaikkan harga BBM untuk menekan biaya subsidi.

Sementara Golkar mengusulkan lonjakan rata-rata 15 persen dalam 6 bulan.

Usul PD ini akan kalah dengan usul Golkar yang memang beda. Apalagi jika ditambah dengan usul PDIP, PKS dan Gerindra serta yang lain, yang sama sekali tidak mau menambah bunyi Pasal 7 ayat (6) itu dengan ayat (6a) UU APBN-P itu. Kalau ada 3 opsi, maka DPR akan gagal mengambil keputusan, karena tidak satu usul pun akan mencapai dukungan mayoritas. Dalam menit terakhir menjelang voting, PD mengubah haluan ikut Golkar, sehingga mayoritas anggota DPR memilih opsi Golkar yang didukung PD, PPP, PAN dan PKB.

Dengan demikian mereka mampu mengalahkan keinginan PDIP, PKS dan Gerindra yang tidak mau menaikkan BBM. Harga BBM bisa dinaikkan, tapi bukan usul versi PD, melainkan versi Golkar.

Halaman123
Penulis: Yulis Sulistyawan
Editor: Gusti Sawabi
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas