• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 21 April 2014
Tribunnews.com

3 Polda Sukses Tangani Demo Kenaikan Harga BBM

Rabu, 4 April 2012 10:09 WIB
3 Polda Sukses Tangani Demo Kenaikan Harga BBM
tribunjogja
Wakil Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo saat berada di tengah aksi demo yang dilakukan warganya

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia Police Watch (IPW) mencatat ada tiga Polda yang cukup baik dalam mengatasi aksi demonstrasi menentang kenaikan harga BBM, selama 5 hari (dari 26-31 Maret). Ketiganya adalah Polda Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Bali.

"Di ketiga Polda itu, aksi demonya malah melibatkan sejumlah kepala daerah," tulis Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam rilis yang diterima Tribunnews.com, Rabu (4/4/2012)..

Hasil evaluasi PW selama 5 hari tersebut, aksi demonstrasi terjadi di 44 kota di 20 provinsi. IPW memberi apresiasi pada Polda Jatim, Jateng dan Bali sebab aparat kepolisian di ketiga daerah ini berhasil membangun sistem yang persuasif dalam mengatasi demo. Sehingga dalam aksi demo di daerah tersebut tidak terjadi aksi radikal maupun anarkis.

"Padahal aksi demo melibatkan begitu banyak mahasiswa, buruh dan LSM, bahkan kepala daerah ikut memimpin demo," tambah Neta.

IPW menilai, polisi di ketiga daerah itu berhasil melakukan pendekatan dgn komponen dan tokoh-tokoh masyrakat setempat, sehingga aksi demo berjalan kondusif. Selain itu, masing-masing pimpinan kepolisian di lapangan mengawasi aparatnya di lapangan scara ketat agar tidak memprovokasi massa. 

IPW berharap, cara-cara seperti ini terus dipertahankan Polri. Bahkan harus ditularkan ke Polda lain.

"Mengawasi aparat di lapangan adalah hal yang terpenting dalam menciptakan demo yang kondusif. Sebab, di banyak kasus demo seringkali ricuh dan anarkis karena diprovokasi oknum-oknum intel dan reserse yang arogan dan represif," tulis Neta.

IPW juga tidak setuju, jika kepala daerah yang memimpin aksi demo ditindak oleh pemerintah. Sebab dari evaluasi IPW aksi demo yang dipimpin kepala daerah berjalan damai.

"Jika mereka ditindak sama artinya pemerintah SBY lebih mengedepankan arogansi, congkak dan anti kedamaian, bukan mustahil perlawanan dari para pendukung kepala daerah makin marak," tulis Neta.

Penulis: Yulis Sulistyawan
Editor: Gusti Sawabi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
412992 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas