• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 17 April 2014
Tribunnews.com

Polisi Kesulitan Lacak Penyiram Air Keras Demo BBM

Minggu, 15 April 2012 18:40 WIB
Polisi Kesulitan Lacak Penyiram Air Keras Demo BBM
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Pengunjukrasa gabungan mahasiswa dan buruh memberikan perlawanan dengan melemparkan batu ke arah pasukan Brimob di sekitar Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat (30/3/2012). Ribuan pengunjukrasa mengepung Gedung DPR untuk mendesak penolakan rencana pemerintah menaikkan harga BBM pada 1 April.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pihak Kepolisian mengaku kesulitan mengungkap pelaku penyiraman air keras yang menimpa sejumlah aparat dan wartawan saat meliput demo penolakan BBM di gedung DPR, beberapa waktu lalu.

Hal ini diutarakan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, Minggu (14/4/2012).

"Kami perlu waktu untuk mengungkap siap pelakunya. Saat itu kan gelap (malam) dan banyak orang, jadi perlu teliti," ucap Rikwanto di Mapolda Metro Jaya.

Rikwanto menjelaskan, kejadian penyiraman terjadi di halaman DPR RI disaat aparat sedang membubarkan massa aksi unjuk rasa.

"Kejadian kan terjadi saat penindakan massa anarkis. Posisi para korban juga sudah diketahui jadi kita tahu pergerakannya. Dari situ bisa disimpulkan kejadian terjadi di halaman DPR RI," ungkap Rikwanto.

Tercatat enam anggota polisi menjadi korban cairan berbahaya saat demo menolak kenaikan harga BBM di DPR RI yakni Brigadir Boy Maryanto, Aiptu Sujono, Brigadir Budi Rahman, Brigadir Made Adang Krisna, Kombes Pol Bimo, dan Kompol Budi Utomo.

Sementara wartawan yang sudah terdata terkena cairan berbahaya tersebut di antaranya Alice Budi (wartawan BBC), Bobby Gunawan (wartawan Al Jazera), Ananto dan Alvi (wartawan JakTV), dan Hartono (wartawan ANTV).

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Anwar Sadat Guna
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
444111 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas