• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 27 Agustus 2014
Tribunnews.com

Bakorkamla Segera Namai Kapal Patroli 48 Meter

Senin, 16 April 2012 12:05 WIB
Bakorkamla Segera Namai Kapal Patroli 48 Meter
istimewa
Desain kapal patroli Bakorkamla RI yang akan diluncurkan dalam waktu dekat.

Laporan Wartawan Tribunnews, Iman Suryanto

TRIBUNNEWS, BATAM - Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) Republik Indonesia segera meluncurkan kapal paroli sepanjang 48 meter. namun sebelum dilucnurkan, penamaan kapal itu terlebih dahulu dilakukan di Batam, Rabu (25/4/2012).

Kabag Persidangan, Humas dan Protokol (PHP) Bakorkamla Kolonel Edi Fernandi mengatakan pengoperasian kapal yang ditujukan untuk mendukung pengamanan di perairan Indonesia tersebut akan diresmikan langsung Ketua  Bakorkamla RI Menko Polhukam Djoko Suyanto, di galangan kapal PT Palindo Marine Batam.

Penamaan kapal itu juga akan dihadiri pejabat 12 stakeholder atau instansi Bakorkamla dan pemerintah daerah setempat.

Sebelumnya Kepala Pelaksana Harian Bakorkamla Laksamana Madya Y Didik Heru Purnomo, telah melihat dari dekat proses pengerjaan kapal tersebut di Batam.

Kapal senilai Rp 60 miliar dikerjakan sejak November 2011. Kapal menggunakan mesin berkecepatan 22 knot per jam, dan mampu mengantisipasi cuaca ekstrim di laut.

"Dengan kecepatan tersebut, kapal ini mampu bergerak hingga batas 200 mil laut (sekitar 370 kilometer) dari lepas pantai sehingga efektif untuk pengamanan laut di perairan Indonesia," kata Didik.

”Kalau ukuran 48 meter jauh lebih berani dan aman menghadapi cuaca,” ujarnya. Kapal ini bermesin penggerak 3 buah masing-masing bertenaga 1400 Tenaga Kuda, berbadan bawah kapal baja dan berbadan atas kapal aluminium dan direncanakan diawaki 35 anak buah kapal (ABK).

Penulis: ricas74
Editor: Anwar Sadat Guna
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
9 KOMENTAR
445802 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • andika-Selasa, 28 Januari 2014 Laporkan
    Ini jg media terlalu propokatif judulnya.. padahal isi kontennya sangat positif... sy harap dibaca baik2 dlu baru komentar... sy sapakat apa yg dilakukan oleh muktar tompo... ini baru anggota dewan yg justru mampu melakukan pendekatan persuasif pd masyarakat.. (dika..Art. kmpus biru)
  • ikbal-unm-Selasa, 28 Januari 2014 Laporkan
    sembarang tong ini komentar yg lain.. makanya baca baik2 dlu baru berkomentar.. itu ballo manis, yg tdak membakkan.. makanya jgan trlalu cepat negatif.. justru apa yg dilakukan ole mukhtar tompo harus didukung.. karena peminum ballo kacci smakin berkurang, dgn meningkatnya produksi ballo menjadi gula merah.. itu artinya ksadaran peminum ballo kacci meningkat dgan inisiatif muktar... disisilain masyarakat urban dari jeneponto justru smakin kecil... (ikbal seni rupa)
  • jutek amran-Kamis, 22 Agustus 2013 Laporkan
    Yang pnting usahakanq jgn mabuk & bahas ttg kepentingan rakyat d dewan nah pak.ingat anggota dewan merupakan cerminan rakyat, jd didik, ayomi Lah rakyatmu dgn tradisi yg elegant.
  • jutek amran-Kamis, 22 Agustus 2013 Laporkan
    Prihatin, brg nyata2 dlm agama d harapkan malah menjadi tradisi, qt brdoa mdh2an murka Allah tdk turun kpd qt,
  • jutek amran-Kamis, 22 Agustus 2013 Laporkan
    D haramkan agama itu pak, cari meq & ubah meq tradisi persilatan taa, jamu tamu dgn ballo, masyaAlloh.
  • andi idris-Rabu, 21 Agustus 2013 Laporkan
    parah... anggota dewan painung ballo.. tradisi bede'. baru tradisi tolo-tolo
  • jutek amran-Rabu, 21 Agustus 2013 Laporkan
    Panginung ballo dlm legislator.
  • miniman-Rabu, 21 Agustus 2013 Laporkan
    barang haram & najis dibantu, bagaimana jeneponto bisa maju kaya tetangganya, Sanging Pa inung Ballo..
  • Abdul Azis-Rabu, 21 Agustus 2013 Laporkan
    Yang namanya Ballo,kalau memabukkan banyak atau kurang, tradisi atau bukan adalah tetap haram dan itu adalah najis
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas