• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 18 April 2014
Tribunnews.com

Jokowi Bosan Pencitraan Agamis Baju Koko Berkopiah

Senin, 16 April 2012 16:12 WIB
Jokowi Bosan Pencitraan Agamis Baju Koko Berkopiah
Tribunnews/ Agung Budi Santoso
Joko Widodo saat berkunjung ke markas Tribunnews di kawasan Palmerah Selatan Jakarta Senin siang 16 April 2012

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Untuk menarik simpati publik (voters), jago-jago yang akan berlaga di pemilihan kepala daerah (Pilkada) umumnya mencitrakan diri sebagai sosok yang agamis (taat beragama) dengan selalu memakai baju koko plus kopiah, khususnya saat turun ke lapangan.

Tapi rupanya bagi Joko Widodo, itu pencitraan basi yang membosankan. Mengapa?

"Ya bosenlah. Semua yang maju ke pilkada selalu pakai baju koko dan kopiah, biar kelihatan religius. Jujur, saya nggak suka dengan model pencitraan kayak begitu," tukas Walikota Solo Joko Widodo, dalam dialog akrab saat mengunjungi markas Tribunnews di Palmerah Selatan, Komplek Kompas Gramedia, Senin (16/4).

Karenanya Jokowi berani tampil beda dengan ciri khas baju kotak-kotak khas produksi dalam negeri. Apa Jokowi tak butuh pencitraan sebagai sosok yang religius?

"Ya pencitraan kan tak harus dari sisi religius saja," jawabnya, taktis.

Jokowi juga sempat menjawab sindiran-sindiran yang meragukan kemampuan dan kesiapan Jokowi memimpin Jakarta yang empat kali lebih besar ketimbang Solo, daerah yang dipimpinnya saat ini.  

Apakah Jokowi siap menghadapi perubahan kultur dari memimpin daerah Solo dengan masyarakat Jawa yang adem ayem ke Jakarta dengan ormas-ormasnya yang radikal?

Ditanya seperti itu, lelaki berpostur langsing ini kembali berkelit.

"Ah, siapa bilang Solo adem ayem? Justru di sana banyak ormas-ormas tak kalah fundamentalis di banding sini (Jakarta)," tuturnya. Ia lantas balik bertanya, "Berkali-kali balaikota Solo dibakar dalam demo. Nah, pernahkah Balaikota Jakarta dibakar saat demo?" tanyanya.

Ia mengingatkan, dalam sejarah, tak kurang 11 kali Balaikota Solo jadi sasaran amukan demonstrasi ormas. Berdasar catatan sejarah menangani demo-demo fundamentalisme di Solo, Jokowi mengaku sangat siap menghadapi ormas-ormas Jakarta dengan segala kompleksitas kharakternya itu.

Penulis: Agung Budi Santoso
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
446772 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas