Tiga Kabupaten di Sumsel Akan Bebas Status Daerah Tertinggal

Senin, 23 April 2012 01:30 WIB

Tiga Kabupaten di Sumsel Akan Bebas Status Daerah Tertinggal
Tribun Kaltim/Niko Ruru
Menteri Percepatan Daerah Tertinggal Helmy Faisal Zaeni, tiba sekitar pukul 13.05, Jumat (12/8/2011), di Bandara Nunukan dan disambut Bupati Nunukan Basri

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) dalam waktu dekat akan segera mengentaskan tiga kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan, yakni Musi Rawas, Empat Lawang dan Lahat dari status daerah tertinggal.

"Perkembangan Kabupaten Musi Rawas sangat bagus. PDRB kabupaten yang sudah mencapai Rp 8 triliun, ini sudah selayaknya dilepaskan dari kategori daerah tertinggal,” kata Helmy dalam kunjungan kerjanya di Musi Rawas, dalam pers rilis yang diterima Tribunnews.com, Jakarta, Minggu (22/4/2012) malam.

Ketiga kabupaten tersebut diketahui menunjukkan kemajuan yang sudah ditunjukkan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat dan membangun infrastruktur daerah.

Meski demikian, lanjut Helmy, masih banyak desa-desa tertinggal di Sumatera Selatan yang juga harus diberdayakan untuk meningkatkan taraf kehidupan warganya. Helmy berharap, dengan program 'Bedah Desa' seluruh daerah di Indonesia yang memiliki desa tertinggal tidak ada lagi, sehingga menjadi desa maju berkarya.

“Salah satu cara yang harus dilakukan adalah membuka akses infrastruktur jalan menuju desa tersebut. Dengan terbukanya infrastruktur, perekonomian dan pertumbuhan desa semakin berkembang,” tegasnya.

Bupati Musi Rawas Ridwan Mukti mengungkapkan, berdasarkan data tahun 2006, jumlah desa tertinggal di Kabupaten Musi Rawas sebanyak 117 desa. Namun, pada 2010 jumlahnya menjadi 22 desa dan tahun 2011 tersisa menjadi 3 desa.

Sementara itu, dalam kunjungannya ke Kabupaten Lahat, Helmy berjanji akan memprioritaskan Lahat agar mendapat perhatian khusus untuk segera dilakukan perbaikan. Sebab, dengan sumberdaya alam yang melimpah, sudah semestinya Lahat bisa keluar dari kategori daerah tertinggal.

Halaman
12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Willy Widianto
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help