• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 28 Agustus 2014
Tribunnews.com

Mantan Menkes: Banyak yang Menjual Nama Saya

Rabu, 25 April 2012 20:41 WIB
Mantan Menkes: Banyak yang Menjual Nama Saya
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, menggelar konferensi pers di kediamannya, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Rabu (25/4/2012). Dalam konferensi pers tersebut, Siti menjelaskan mengenai kronoligis kasusnya sampai dia menjadi tersangka. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, mengakui terdapat banyak oknum yang mencatut namanya, untuk kepentingan proyek di lingkungan kementrian kesehatan.

Dalam konfrensi persnya di kediaman Siti, di perumahan Billy Moon, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (25/04/2012), tersangka kasus pengadaan alat kesehatan itu mengaku sampai mengeluarkan surat setiap awal tahun mengantisipasi hal tersebut.

"Pada waktu awal tahun saya mengeluarkan surat, yang mengaku dekat, saudara, sahabat jangan dianggap bila ikut-ikutan mengambil tender, anggap saja sebagai orang lain, dan saya selalu mengeluarkan surat itu," ujarnya.

Saat ditanya apakah ada yang memanfaatkannya dari kasus itu, ia mengaku banyak sekali oknum yang menjual nama menteri kesehatan.

Sistem yang berlaku saat ia masih menjabat, tanpa ia rinci Siti menjelaskan bahwa sistem tersebut banyak memakan korban. Hal serupa juga terjadi di seluruh kementrian lainnya.

"Kalau ada departemen (Kementerian) yang tidak ada korban kita musti curiga ada apa itu," tutur Siti.

Saat ia menjabat, ada tiga kementrian yang dianggap paling korup, yakni Kementrian Agama, Kementrian Pendidikan dan Kementrian Kesehatan. Ia berfikir kasus pengadaan alat kesehatan, terendus setelah setiap proyek yang dikerjakan di tiga kementrian tersebut disisir.

"Kenapa cuma depkes (Kementrian kesehatan) yang dibongkar, saya bolak-balik KPK (Komisi Pemberantasan korupsi), saya lelah sekali, kenapa yang lainnya tidak kena-kena, Depdikbud (Kementrian Pendidikan dan kebudayaan) APBN itu sepuluh kali lipat dari depkes, kenapa tidak ada suaranya," tegas Siti.

Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo
Editor: Johnson Simanjuntak
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
474812 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas