• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 Juli 2014
Tribunnews.com

Siti Kenal Mulya Hasjmy di Puncak Bukit Aceh

Rabu, 25 April 2012 20:04 WIB
Siti Kenal Mulya Hasjmy di Puncak Bukit Aceh
NET
Siti Fadillah Supari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan menteri kesehatan Siti Fadilah Supari, mengaku tidak begitu kena dengan Mulya Hasjmy, pejabat pembuat komitmen pengadaan alat kesehatan tahun 2005, yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Mabes Polri.

Dalam konfrensi persnya di kediaman Siti, di perumahan Billy Moon, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (25/04/2012), Siti mengaku mengenal Mulya hanya sebagai mantan pegawai dinas kesehatan di Aceh, yang hampir dibunuh anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Ceritanya, pascatsunami menghempas sebagian besar wilayah Aceh 2005 lalu, ia bersama presiden SBY menyambangi lokasi bencana dengan helikopter yang terpisah, dan satu rangkaian.

Helikopter tersebut terbang rendah, karena selain untuk mengambil dokumentasi bencana, juga ditujukan melihat kantong pengungsi, aksesibilitas, hingga mencari pengungsi yang masih tersesat.

"Akhirnya disuatu puncak bukit, kita melihat ada orang yang diseret-seret anggota GAM, hendak dibunuh, ternyata itu kepala dinas daerah Aceh," ujarnya.

Karena helikopter tersebut terbang rendah, para anggota GAM pun kocar-kacir, meninggalkan sang calon korban sendirian, terkapar tanpa daya. Ternyata diketahui sang kepala dinas bernama Mulya Hasjmy.

"Kita dikenalkan, saya juga tidak begitu ingat namanya waktu itu, wajahnya juga, karena wajahnya kotor," ungkap Siti.

Beberapa bulan kemudian, di Jakarta salah seorang staffnya menyampaikan, apakah bisa sang kepala dinas yang hampir tewas itu, dipindah tugas kan ke Jakarta.

"Saya bilang silahkan, asal sesuai dengan syarat dan peraturan yang berlaku," tutur Siti.

Belakangan, Mulya ditetapkan sebagai tersangka kasus pengadaan alat kesehatan, oleh Mabes Polri. Dalam kesaksiannya 12 April lalu, Mulya mengaku sang Siti saat menjabat sebagai menteri, terlibat dalam kasus korupsi itu.

Dalam kesaksiannya, Mulya mengaku diminta langsung oleh sang menteri pada saat itu, untuk menunjuk PT.Indofarma sebagai pelaksana proyek.

Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo
Editor: Johnson Simanjuntak
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas