• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 20 September 2014
Tribunnews.com

Makam Mewah Gratis untuk Mendiang Menkes

Kamis, 3 Mei 2012 07:40 WIB
Makam Mewah Gratis untuk Mendiang Menkes
/Tribunnews.com/Fx Ismanto
EMAKAMAN ALM MENKES: Alm Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih meninggal akibat penyakit kanker paru paru akan dimakamkan di Makam Pahlawan Heroes Plaza di kompleks San Diego Hills, Karawang Barat, Jawa Barat, Kamis (3/4/2012). Suasana persiapan tempat pemakaman Alm Menkes di Makam Pahlawan Heroes Plaza di Kompleks San Diego Hills Memorial Parks and Funeral Homes (Tribunnews.com/Fx Ismanto)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih dimakamkan di kompleks pemakaman termahal di Indonesia, San Diego Hills, Karawang Jawa Barat. Ia akan menempati makam pahlawan atau Heroes Plaza Taman Makam San Diego Hills.

Jika harga makam umum di sana menyentuh rutusan juta hingga miliaran rupiah, khusus para pahlawan diberikan cuma-cuma. Informasi mengenai gratisnya makam untuk Menkes dikemukakan General Manager San Diego Hills, Edward Dany Suhenda saat ditemui Tribunnews di lokasi pemakaman, Rabu (2/5/2012) sore.

"Ya, nanti almarhumah akan dimakamkan di sini, Heroes Plaza," ujar Edward.

Edward mengungkapkan jenazah yang dimakamkan di Heroes Plaza ini tidak dikenakan biaya alias gratis. Ini bentuk penghargaan pihak pemakaman kepada orang yang berjasa bagi bangsa dan negara.

"Di sini memang tidak dikenakan biaya. Di sini khusus pahlawan," terang Edward.

Dari pemantauan Tribunnews, makam Endang Rahayu sudah digali. Lokasi makam berada di atas areal seluas kira-kira 700 meter persegi. Di sini baru ada lima makam, yakni beberapa tokoh yang dianggap pahlawan bagi bangsa maupun grup perusahaan San Diego Hill Grup.

Di Makam Pahlawan ini baru ada lima kuburan, yakni pendiri Perguran Pelita Harapan Johanes Oentoro, Tokoh Olahraga Roland (Ronny) Pattinasarany, mantan Pelatih Timnas PSSI Endang Witarsna, dan legenda pebulutangkis Indonesia Indra Gunawan.

Makam Menkes berdekatan dengan pusara Indra Gunawan yang meninggal tahun 7 Juni 2009. Perlakuan terhadap Menteri berbeda kepada almarhum Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo yang meninggal 21 April lalu. Widjajono dimakamkan di atas bukit, beberapa kilo dari Makam Pahlawan, dan tentu saja berbayar.

Hingga Rabu senja, pihak Kemenkes telah mempersiapkan peralatan seperti bangku-bangku, pengeras suara, dan tenda di lokasi pemakaman. "Untuk prosesi pemakaman sendiri itu sudah diatur oleh Garnisun," ujar Kabag Rumah Tangga Kemenkes, Tanti Siswanti.

Tanti menjelaskan, tempat duduk pelayat dibagi tiga. Di tengah-tengah disediakan untuk pejabat negara, di sebelah kiri untuk keluarga almarhumah, dan kanan posisi untuk wartawan meliput.
Soal keamanan sendiri, Tanti menerangkan sudah diserahkan ke pihak Pasukan Pengaman Presiden (paspampres).

"Keamanan sudah diserahkan ke pihak protokoler," ujar Tanti.

Menkes wafat Rabu (2/5/2012) pukul 11.41 WIB setelah hampir sebulan menjalani perawatan di Ruang Perawatan Intensif (ICU RS Cipto Mangunkusumo. Ia telah berjaung melawan penyakit kanker paru yang terditeksi pada Oktober 2010. Ia Meninggalkan dua putra, yakni Arinanda Wailan Mamahit (31), Awandha Respati Mamahit (27), dan satu putri, Raumanen Mamahit (21).

Awal terdeteksi penyakit itu adalah sewaktu Menkes menjalani check-up (pemeriksaan) kesehatan rutin pada 22 Oktober 2010. Dari pemeriksaan lebih lanjut itulah ditemukan adanya kanker di tubuh Menkes. Setelah menerima berita tersebut, Menkes mengaku telah melaporkan kondisinya ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan menerima dukungan untuk berobat.

Selama dirawat, pejabat tinggi, bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Bodiono menjenguk Menkes 26 April lalu. Menkes pun mengupayakan pengobatan di RSPAD, RS Gading Pluit dan rumah sakit di luar negeri.

Kesimpulan hasil pemeriksaan menyeluruh yang dilakukan tim dokter RSCM menemukan Menkes memerlukan pengobatan berupa radioterapi atau radiasi secara serial. Selain radioterapi, dilakukan pula pemantauan kondisi darah dan metabolisme untuk meningkatkan stamina atau kondisi tubuh.

"Kami sudah melakukan yang terbaik untuk ibu, tapi Tuhan berkehendak lain," kata Dirut RSCM, Akmal Taher, Rabu (2/5/2012).

*Silakan baca edisi selengkapnya dengan mengklik Tribun Jakarta Digital Newspaper

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Willy Widianto
Sumber: Tribun Jakarta
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
2 KOMENTAR
496402 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Yanto-Kamis, 3 Mei 2012 Laporkan
    Untuk warga purwakarta & sekitarnya berhati2
    hatilah dlm memilih bupati karna disinyalir
    calon bupati yg sekarang DEDI MULYADI telah
    mencuri start dgn slogan hiburan wayang golek
    si ohang. Bantuan pembuatan jln dll. Itu kedok
    dan kebobrokan moral bup
  • Jacky Barinto-Kamis, 3 Mei 2012 Laporkan
    oo,ternyata makam menkes dan wamen esdm berbeda ya?kenapa hrus berbeda,kan katanya sama2 inspiratif...
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas