• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 Juli 2014
Tribunnews.com

Sebelum Wafat, 'Ongen' Ribut dengan Pengendara Bernopol TNI

Kamis, 3 Mei 2012 09:42 WIB
Sebelum Wafat, 'Ongen' Ribut dengan Pengendara Bernopol TNI
TRIBUNNEWS.COM/DANANG SETIAJI
Para aktivis yang tergabung dalam Komunitas Masyarakat Adat Papua Anti Korupsi (Kampak Papua) menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Negara, Rabu (7/9/2011). Mereka menuntut SBY agar juga memerhatikan kasus Munir

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Meninggal dunianya Raymond 'Ongen' J Latuihamallo yang juga salah satu saksi kunci kasus pembunuhan aktivis HAM Munir menjadi tanda tanya.

Adalah istri almarhum Munir, Suciwati yang merasakan adanya kejanggalan dari kematian 'Ongen', pasalnya ia mendapatkan informasi sehari sebelum meninggal dunia, 'Ongen' sempat bertemu orang yang menggunakan mobil berplat nomor polisi(nopol) TNI dan bersitegang.

"Ini pasti ada sesuatu, sebab almarhum Ongen malam sebelumnya saya mendapatkan informasi sempat bersitegang dengan orang yang menaiki kendaraan berplat nomor TNI. Coba tanya jelas keluarganya, biar tidak sepihak, diinvestigasi," kata Suciwati kepada Tribunnews.com, Kamis(3/5/2012).

Sepengetahuan Suciwati pula, 'Ongen' juga tidak memiliki riwayat penyakit jantung, sehingga ia mewanti-wanti agar kasus meninggalnya 'Ongen' ini diusut dengan hati-hati.

"Ini benar harus hati-hati kesaksian anaknya tidak ada gejala sakit jantung, kalau memang benar harus dilihat rinci, benar, kalau buat saya disayangkan sekali ini," jelasnya.

Meski begitu, Suciwati tetap mengucapkan turut berbela sungkawa atas meninggalnya 'Ongen'.

"Saya turut berduka cita atas meninggalnya 'Ongen'," pungkasnya.

Raymond 'Ongen' J Latuihamallo meninggal dunia hari ini. 'Ongen' adalah saksi kunci kasus pembunuhan aktivis HAM Munir. Kala itu 'Ongen' sempat mencabut pernyataannya di Pengadilan Negeri tentang kesaksian saat ia melihat pilot Garuda Pollycarpus membawa dua cangkir teh di dalam pesawat.

Namun, di Mahkamah Agung, 'Ongen' mencabut kesaksiannya bahwa benar Pollycarpus membawa dua cangkir teh ketika itu. Akhirnya, Pollycarpus pun dihukum penjara selama 20 tahun.

Penulis: Willy Widianto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
496712 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas