• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 30 Oktober 2014
Tribunnews.com

Keputusan Pilot Penyebab Jatuhnya Pesawat Merpati MA 60

Senin, 7 Mei 2012 21:01 WIB
Keputusan Pilot Penyebab Jatuhnya Pesawat Merpati MA 60
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Jenazah Kabag Operasi Polres Kaimana AKP Teddy Effendi, tiba di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Senin (9/5/2011). AKP Teddy Effendi meninggal bersama anak dan istrinya diperairan Kaimana, Papua Barat, setelah pesawat Merpati MA 60 yag ditumpanginya jatuh.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banyak opini dan pendapat yang mengatakan, kecelakaan pesawat Merpati MA 60 di Kaimana, Papua pada 7 Mei 2011, disebabkan oleh struktur pesawat Merpati itu sendiri.

Namun, investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyimpulkan hal lain.

Hasil akhir dari KNKT terkait kecelakaan pesawat Merpati MA 6,0 karena adanya keputusan pilot yang salah. Dalam hal ini, saat pilot ingin mendarat menggunakan sistem autopilot.

"Kecelakaan tersebut jarak pandang hanya 2 kilometer. Namun, pilot menggunakan sistem Visual Flight Rules (VFRP). Padahal, dalam kondisi itu tidak memenuhi syarat untuk gunakan sistem tersebut. "papar Ketua KNKT Tatang Kurniadi, di kantor Kementerian Perhubungan, Senin (7/5/2012).

Untuk memakai VFR standar, lanjut Tatang, batasnya hanya sampai 5 kilometer dari landasan saat mau mendarat.

Karena hal itu, KNKT menyimpulkan adanya salah koordinasi antara pilot dan awak pesawat. Dari data yang diambil dari KNKT, pada saat itu cuaca buruk, sehingga tidak bisa melihat landasan mendarat.

"Jatuhnya karena ada miss komunikasi koordinasi antara pilot dengan awak pesawat," papar Tatang. (*)

Berita Nasional Terkini

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas