• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 20 April 2014
Tribunnews.com

Isteri Ganis Tak Biasanya Kenakan Pakaian Serba Hitam

Kamis, 10 Mei 2012 19:13 WIB
Isteri Ganis Tak Biasanya Kenakan Pakaian Serba Hitam
Yogi Gustaman/Tribunnews.com
Warga, kolega mengucapkan duka kepada Clarisa Samin Bahar, isteri Secretary Corporate IAT Ganis Arman Zavianto, satu dari 45 penumpang yang ikut joy flight Sukhoi Superjet 100

TRIBUNNEWS, TANGERANG - Clarisa Samin Bahar merasa tak ada prasangka buruk mengenai tugas suaminya Ganis Arman Zavianto, Secretary Corporate Indonesia Air Transport yang ikut joy flight Sukhoi Superjet 100, di Lanud Halim Perdanakusumah, Rabu (9/5/2012) pagi.

Ibu dari Nauval Farrell dan Arfa ini justeru heran kepada dirinya sendiri. Tak biasanya, hari itu Clarisa pergi bekerja dengan mengenakan pakaian serba hitam. Selama ini, Clarisa mengaku tak pernah mengenakan pakaian hitam untuk berangkat bekerja.

"Kalau firasat enggak. Biasanya kan kalau ada musibah keluarga merasa ada yang aneh tapi ini enggak ada. Justeru kakak saya ke kantor belum pernah memakai baju hitam. Dan dia sendiri heran. Terus dia bermimpi di rumah ada pesta," ujar Terris Bahar.

Ditemui di rumah kakak iparnya Ganis, Jalan Camar XV BF 5 RT 001 RW 008 Bintaro Jaya, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Kamis (10/5/2012), Terris dan keluarga, juga kolega dan warga sekitar baru saja mengadakan pengajian untuk Ganis. Pria yang bekerja sebagai Corporate Secretary IAT masuk dalam 45 penumpang joy flight Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak, kemarin.

Terris berkisah, kakaknya baru mengetahui kabar suaminya bukan dari kantor tempatnya bekerja. Melainkan dari pemberitaan media. Karena tak bisa dikontak, Clarisa langsung ke Halim. Sebelumnya ia membawa dua anaknya dan menitipkan di rumah orangtuanya di kawasan Jakarta Timur.

Pagi itu, Terris melanjutkan, Ganis seperti biasanya meminta ijin kepada Clarisa untuk tugas. Sebagai Secretary Corporate IAT, bukan hal aneh Ganis pergi ke sana kemari. Sebelum kejadian, semuanya berjalan normal di keluarga itu. Tak ada kejadian yang aneh.

Setelah kejadian, ayah Ganis langsung mengontakponsel anaknya tapi tidak terdengar nada sambung. Kini keluarga belum memastikan bagaimana nasib Ganis yang sudah dua tahun bekerja di IAT. Untuk memastikan, adik Ganis ada yang langsung pergi ke Bogor.

Kontak terakhir Ganis adalah kepada Arfa. Kepada si bungsu ini, sebelum berangkat ke Halim, Ganis berujar dan menasehati agar belajar giat untuk lulus Ujian Nasional. Kebetulan Rabu itu adalah hari terakhir Arfa melaksanakan UN SD. "Papah bilang ujian yang benar. Supaya nilainya bagus," kenang Arfa.

Penulis: Yogi Gustaman
Editor: Johnson Simanjuntak
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
519652 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas