• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 Juli 2014
Tribunnews.com

Ada Makam Keramat Tim Evakuasi Jangan Bicara Sembarangan

Minggu, 13 Mei 2012 03:57 WIB
Ada Makam Keramat Tim Evakuasi Jangan Bicara Sembarangan
TRIBUNNEWS.COM/ABDUL QODIR
Deputy of Departement of Emerom of Russia, Michail Chuvalenkov, bersama 24 anggotanya tiba di lapangan helipad darurat Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/5/2012) malam. Tim tersebut akan bertugas membantu otoritas Indonesia mengevakuasi korban kecelakaan dan serpihan pesawat Sukhoi Superjet 100 (SS100) di lereng Gunung Salak, Sukabumi.

Baca juga: Sesajen Petai Bakar Cerahkan Kabut Gunung Salak

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR-- Tim evakuasi korban kecelakaan Sukhoi Superjet 100 dari Rusia diminta oleh warga agar tidak berbicara dan buang air kecil sembarangan di tempatnya bermalam, lapangan helipad SMP Cijeruk, Bogor.

Warga sekitar mengingatkan, ada sebuah makam keramat Raden Giri Jaya, berada tak jauh dari lokasi orang Rusia itu bermalam.

Permintaan itu disampaikan oleh cicit Raden Giri Jaya, Dian (23), saat mengetahui tim dari Rusia mendirikan tenda dan bermalam di lapangan helipad pukul 20.00 WIB.

Menurut Dian yang juga menjadi santri di satu pondok pesantren Cihideung ini, makam buyutnya telah berusia lebih seratus tahun. Dan sejumlah kejadian mistik sering terjadi di sekitar lapangan bola SMP 1 Cijeruk.

Menurutnya, siswa SMP 1 Cijeruk kerap kerasukan arwah. "Yang di sebelah Timur lapangan bola itu makam keramat, makam Raden Giri Jaya. Itu makam buyut saya," ujar Dian.

Tidak hanya itu, Dian juga mengungkapkan, beberapa kali warga sekitar melihat seorang anak kecil menampakkan wujudnya di sekitar makam. Bahkan, seorang pria secara tiba-tiba muncul di perlintasan saat ada beberapa penghobi motor cross berlatih.

"Kejadian mistis memang masih sangat jelas di sini. Percaya atau tidak, saya cuma minta tamu-tamu yang datang ke sini, seperti orang-orang Rusia yang baru datang itu untuk tidak sembarang bicara dan buang air kecil," pintanya.

Perbincangan terjadi saat awak Tribunnews.com tengah mencari sinyal di tengah lapangan bola yang dijadikan helipad darurat.

Di bawah langit malam tanpa penerangan itu, Dian mengaku menjadi tim evakuasi dua wartawan, Ray Jordan dan Ade, yang hilang saat mendaki dan berniat meliput titik jatuhnya pesawat SS100 di tebing Gunung Salak.

Update berita: Pesawat Sukhoi Jatuh

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Rachmat Hidayat
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
5 KOMENTAR
525922 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Daeng Lira-Jumat, 18 Mei 2012 Laporkan
    Kita memang tidak boleh takabur, tapi jangan percaya hal tersebut diatas, Bohong besar !!!!!! gua dah beberapa kali ke G. Salak, asal ada yg datang ke Gunung Salak pasti orang sana ngomongnya begitu, biar buat sesajen.... terus mereka di bayar untuk bacak
  • momo sweet-Senin, 14 Mei 2012 Laporkan
    knp ya tiap kl ada musibah, sll dikaitkan dgn hal2 mistis,,, yg ciptakan alam ini Tuhan, bkn makhlus halus, jd gak ada tuh yg namanya penunggu, gak blh ini itu,, kl org yg prcya ma Tuhan, gak bakaln tkt ma yg namanya mistis, aplg makhluk halus,, plisss de
  • Boss Igok-Minggu, 13 Mei 2012 Laporkan
    Kok percaya sih sama hal mistis, kerasukan, kurang iman berarti
  • Rifky-Minggu, 13 Mei 2012 Laporkan
    Iy tuh
  • Anu-Minggu, 13 Mei 2012 Laporkan
    [ASK] Emang arwahnya ngerti bahasa rusia?
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas