• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 30 Agustus 2014
Tribunnews.com

Jangan Tanyakan Perasaan Keluarga Korban

Senin, 14 Mei 2012 13:16 WIB
Jangan Tanyakan Perasaan Keluarga Korban
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Wajah sedih dan cemas terlihat dari keluarga korban jatuhnya pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang menunggu kabar di posko di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (10/5/2012). Pesawat Sukhoi Super Jet 100 jatuh di Tapak Batu, Kaki Gunung Salak, Jawa Barat, dalam penerbangan uji coba dengan jumlah penumpang 47 orang.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA--Himpunan Psikologi Seluruh Indonesia (HIMPSI) Jakarta meminta media tidak bertanya mengenai perasaan kepada keluarga korban Sukhoi Superjet 100. Menurut Koordinator Posko Himpsi Jaya, Mira Rumeser seharusnya media dapat bersikap empati kepada keluarga korban.

"Kemarin ada yang nanya, bagaimana perasaan anda, ya sedih lah itu nggak perlu ditanyakan. Ada hal-hal yang lebih sensitif dalam mengajukan pertanyaan, lebih empatik, orang nangkapnya juga nggak salah," kata Mira di RS Sukanto Polri, Jakarta, Senin (14/5/2012).

Mira mengatakan reporter yang akan bertanya kepada keluarga korban sangat memperngaruhi perasaan mereka. Menurut Mira, saat ini perasaan mereka sangat rentan dan sensitif sehingga mudah tersinggung, marah serta sedih. "Jadi itu yang musti kita jaga," tuturnya

Oleh karena itu, Mira meminta reporter untuk lebih berempati dan menempatkan diri sebagai keluarga korban yang sedang mengalami musibah.

"Kira-kita bagaimana perasaan ku. Sebelum bertanya coba tanyakan kalau gue di situ gimana. Saat ini waktunya kita lebih memahami mereka, lebih mengerti mereka," imbuhnya.

Mira juga mengungkapkan orang dalam keadaan sensitif saat berbicara bisa intrepretasinya salah. Ia juga berharap agar media tidak bertanta mengenai besaran asuransi yang akan diterima.

"Jangan sekaranglah nanyanya. Seolah-olah untung lo dapet duit. Sementara bagi yang kehilangan itu nilainya nggak akan mau dikasih, tidak akan terghantikan, hal-hal seperti itu sebaiknya ditanyakan jangan sekarang," tuturnya.

Baca juga:

Tertawakan Tragedi Sukhoi Pramugari Rusia Dipecat

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Rachmat Hidayat
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
529121 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas