Kamis, 18 Desember 2014
Tribunnews.com

Basarnas Belum Akan Menghentikan Pencarian Korban Sukhoi

Selasa, 15 Mei 2012 16:19 WIB

Basarnas Belum Akan Menghentikan Pencarian Korban Sukhoi
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Tim SAR dari Rusia mempersiapkan alat untuk melakukan pendakian di Gunung Salak, Sukabumi, Jawa Barat, dalam upaya evakuasi korban pesawat Sukhoi Superjet 100, Senin (13/5/2012). Pesawat Sukhoi Superjet 100 jatuh di Gunung Salak Sukabumi, Jawa Barat, Rabu 3 Mei lalu saat melakukan demo penerbangan yang disebut Joy Flight.

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Eri Komar Sinaga

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sepekan melakukan evakuasi korban pesawat Sukhoi Superjet 100 yang menabrak dinding tebing Gunung Salak, pekan lalu, tim SAR gabungan hanya berhasil mengevakuasi 27 kantong jenazah ke Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) menerangkan bahwa jumlah tersebut diakibatkan sulitnya medan yang harus ditempuh tim SAR gabungan.

"Kondisi di lapangan sangat curam. Hanya menggunakan tali (dari helipad untuk turun dan mengangkat jenazah). Untuk mencari black box demikian sulitnya. Hampir tidak banyak puing-puing pesawat yang besar," terang Daryatmo saat memberikan keterangan pers di media centre Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Menurut Daryatmo, sesuai ketentuan pencarian korban sudah bisa dihentikan karena batas hidup manusia adalah tujuh hari bertahan di hutan.

Namun, Daryatmo berjanji belum akan menghentikan pencarian korban. "Setiap langkah kami selalu mempertimbangkan kondisi keluarga korban," ujarnya.

Tim SAR gabungan juga akan memperluas area pencarian korban seluas 250 meter ke sisi kanan dan kiri dari wilayah pencarian sekarang.

BACA JUGA:

Ketua MPR: Saya Rasa Harus Dicoba juga Beli Sukhoi

Ada Salak Besar di Gunung Salak

Jangan Berisik di Gunung Salak Kalau Tak Mau Mendung

Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Anwar Sadat Guna

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas