• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 26 Juli 2014
Tribunnews.com

Hubungan Makam Keramat Syekh Hasan dan Tragedi Sukhoi

Selasa, 15 Mei 2012 05:27 WIB
Hubungan Makam Keramat Syekh Hasan dan Tragedi Sukhoi
Tribunnews/Domu D Ambarita
TUMPENG GUNUNG SALAK: KH Marsa Abdullah (kiri) bersama pemuka masyarakat kaki Gunung salak di Cipelang, Cijeruk, Kabupaten Bogor yakni Habib Muksin Barakbah (tengah) berkumpul di kediamanya di Kampung Pasir Pogor Cipelang, Sabtu 912/5/2012) usai berdoa dan menggelar ritual membawa tumpeng ke puncak Gunung Salak.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Unsur mistis dan klenik sangat kental di Gunung Salak. Banyak dongeng atau legenda yang masih diingat warga sekitar gunung yang terletak di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Salah satunya, menyangkut makam keramat Raden KH Syekh Mohomammad Hasan, yang terletak di Puncak Salak I, atau sering disebut Puncak Manik.

Syekh Mohomammad Hasan diyakini sebagai salah satu ulama besar yang menyebarkan Islam di Jawa Barat, seputar Bogor, Garut, hingga Cirebon.

Makam Syekh Hasan dianggap keramat, setara dengan makam Mbah Priok di Tanjung Priok, Jakarta Utara, dan Al Habib Abdullah Bin Mukhsin Alathas atau makam Karomah Empang Bogor, tak jauh dari Kebun Raya Bogor.

Dua orang pemuka agama Islam di Cijeruk, Bogor, KH Marsa Abdullah dan Habib Mukhsin Barakbah menyampaikan hal itu kepada Tribun Jakarta, Sabtu (12/5/2012).

Mereka ditemui di kediaman Marsa di Kampung Pasir Pogor, Cipelang, berjarak kurang lebih 500 meter di selarang lapangan helikopter darurat milik SMPN 1 Cijeruk, yang menjadi posko utama evakuasi korban pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang jatuh pada Rabu (9/5/2012).

Menurut pandangan kebatinan Marsa, peristiwa jatuhnya pesawat buatan Rusia berpenumpang 47 orang, ada kaitannya dengan legenda Sunda, suku asli Bogor dan Jawa Barat pada umumnya.

Ia coba mengingat-ingat kecelakaan jatuhnya Sukhoi di kaki Gunung Salak, dan fakta kecelakaan-kecelakaan sebelumnya. Marsa lalu mengaitkan musibah ini dengan makhluk gaib penunggu Gunung Salak.

"Jangan anggap remeh, walaupun ini dongeng. Anda percaya atau tidak, terserah. Seperti kalau mau masuk rumah orang, kan ada isyaratnya. Harus ada sopan-santun, ada salam. Bagi orang Islam misalnya, mengucapkan assalamualikum," tutur Marsa.

Sabtu lalu, KH Marsa menggelar acara ritual masayarakt setempat dengan menyediakan tumpeng di Puncak Manik. Nasi tumpeng disajikan dengan menu petai bakar dan ikan pedak bakar, untuk syarat berdoa meminta kepada Tuhan agar cuaca cerah guna melancarkan evakuasi.

KH Marsa pun bercerita  tentang kekeramatan makam Syekh Mohammad Hasan di puncak Gunung Manik atau puncak Gunung Salak I. Ia menuturkan, tidak boleh menunjukkan kesombongan atau pamer kekuatan di gunung tersebut.

Berita terkait:

Jangankan Pesawat, Burung Saja Jatuh di Gunung Salak

Sesajen Petai Bakar Cerahkan Kabut Gunung Salak

Baca selengkapnya di Tribun Jakarta Edisi Pagi, 15 Mei 2012. (*)

Berita Nasional Terkini

Editor: Yaspen Martinus
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
15 KOMENTAR
531401 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • petrus Kleden-Kamis, 31 Mei 2012 Laporkan
    ini namanya percaya sia-sia
  • Trias BM-Kamis, 17 Mei 2012 Laporkan
    alsi eh ni 3 orng cari tenar doang kali ya? sejak kapan islam ngajari gini? "..KH Marsa menggelar acara ritual masayarakt setempat dengan menyediakan tumpeng di Puncak Manik. Nasi tumpeng disajikan dengan menu petai bakar dan ikan pedak bakar, untuk syara
  • Tera Raren-Kamis, 17 Mei 2012 Laporkan
    banyak yng tak percaya dengan alam ghaib yahhh...kecelakaan itu takdir..tp mw lewat perkarangan org itu harus mnta izin bro, msuk k daerah org harus ada izin....jangan asal lewat aja..lu smua suka nyelonong masuk rumah yah, tanpa salam tnpa izin,tnpa ikut
  • Sari Wahyuningsih-Kamis, 17 Mei 2012 Laporkan
    Masya Allah. Tuh makanan (sesajenan) bakalan buat pak KH dan habib atau untuk KH. Marsya Abdullah tuk dimakan bersama2 dengan sohib2nye...? bukannye para anak2 kita yang soleh n solehah diajarkan kebaikan dunia jua kebaikan akhirat, bukan melakukan kesyir
  • Soetoyo Tinoyo-Rabu, 16 Mei 2012 Laporkan
    Iyaa kanabudu waiyya kanasta'in.............
    Segera bertaubat pak Kyai dan wan Habieb,..itu syirik!!
    Syirik & menyekutukan Allah adalah dosa yang ngga bisa diampuni.
  • Yoanda Taufik-Rabu, 16 Mei 2012 Laporkan
    kyai dan habib sinting, mang gak masuk akal, setuju ni dengan semua koment diatas, kalau yang mereka bilang tu makamnya ulama besar apa mungkin ulama berbuat gitu?? dengan menjatuhkan dan membunuh manusia yang ada didalamnya, seorang ulama loh,
    apalagi ul
  • Johan Febriansyah-Rabu, 16 Mei 2012 Laporkan
    Astaghfirullah,, seorang yg depnggl KH dan Habib malah mengajarkan syirik,,sungguh trlalu. emng tipis bedanya seorang ustadz dg dukun jaman skrng ini
  • Muhammad Makhsan-Rabu, 16 Mei 2012 Laporkan
    Jangan dengarkan ocehan kedua orang itu yg mengajak berbuat syirik dg mengaitkan kecelakaan pesawat dg adanya makam di gunung salak. Ikutlah apa yg disabdakan oleh Rosulullah, Muhammad SAW

    ÔÇťApabila manusia meninggal dunia, terputuslah segala amalannya,
  • Dyan Hr-Rabu, 16 Mei 2012 Laporkan
    Ya ALLAH, lindungi hamba dari perbuatan2 syirik
  • SiBeYe-Rabu, 16 Mei 2012 Laporkan
    kyai sarap pada narsis...bener2 sarap...syirik abis!!!!
  • Satu Hidupku-Selasa, 15 Mei 2012 Laporkan
    Allahul musta'an,,,bukannya mengambil hikmah dari kecelakaan Sukhoi dengan bertobat dari kemaksiatan dan dosa,eh malah mengaitkan musibah ini dengan makhluk gaib penunggu Gunung Salak..ber-istighfar-lah,hati-hati dengan yang namanya syirik,Allahu yahdiihi
  • local genius-Selasa, 15 Mei 2012 Laporkan
    skrg film cabul dan kkrsn hollywood lebih dipercaya ktmbang omongan pak kyai apalg dari cijeruk
  • demit-Selasa, 15 Mei 2012 Laporkan
    Aku percaya lah, siapapun wajib tahu adat..yg jadi masalah org indonesia lebih bangga dgn buah karya Rusia yang jelas2 Negara komunis yg tak kenal agama..ya terima akibatnya aja
  • tumbal urip-Selasa, 15 Mei 2012 Laporkan
    ini berita gombal, jangan mau dibohongi dengan orang yang sudah mati. mati ya...mati .! gw sama sekali ga mau mempercayai. itu semua iblis. hadapi dengan kekekuatan Do'a.Tuhan akan hancurkan kuasa-2 kegelapan seperti itu
  • logika-Selasa, 15 Mei 2012 Laporkan
    SUMPAH BERITANYA NGGA MUTU BLAS!!! SAMPAH ABISS!!!
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas