Selasa, 31 Maret 2015
Tribunnews.com

Hubungan Makam Keramat Syekh Hasan dan Tragedi Sukhoi

Selasa, 15 Mei 2012 05:27 WIB

Hubungan Makam Keramat Syekh Hasan dan Tragedi Sukhoi
Tribunnews/Domu D Ambarita
TUMPENG GUNUNG SALAK: KH Marsa Abdullah (kiri) bersama pemuka masyarakat kaki Gunung salak di Cipelang, Cijeruk, Kabupaten Bogor yakni Habib Muksin Barakbah (tengah) berkumpul di kediamanya di Kampung Pasir Pogor Cipelang, Sabtu 912/5/2012) usai berdoa dan menggelar ritual membawa tumpeng ke puncak Gunung Salak.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Unsur mistis dan klenik sangat kental di Gunung Salak. Banyak dongeng atau legenda yang masih diingat warga sekitar gunung yang terletak di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Salah satunya, menyangkut makam keramat Raden KH Syekh Mohomammad Hasan, yang terletak di Puncak Salak I, atau sering disebut Puncak Manik.

Syekh Mohomammad Hasan diyakini sebagai salah satu ulama besar yang menyebarkan Islam di Jawa Barat, seputar Bogor, Garut, hingga Cirebon.

Makam Syekh Hasan dianggap keramat, setara dengan makam Mbah Priok di Tanjung Priok, Jakarta Utara, dan Al Habib Abdullah Bin Mukhsin Alathas atau makam Karomah Empang Bogor, tak jauh dari Kebun Raya Bogor.

Dua orang pemuka agama Islam di Cijeruk, Bogor, KH Marsa Abdullah dan Habib Mukhsin Barakbah menyampaikan hal itu kepada Tribun Jakarta, Sabtu (12/5/2012).

Mereka ditemui di kediaman Marsa di Kampung Pasir Pogor, Cipelang, berjarak kurang lebih 500 meter di selarang lapangan helikopter darurat milik SMPN 1 Cijeruk, yang menjadi posko utama evakuasi korban pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang jatuh pada Rabu (9/5/2012).

Menurut pandangan kebatinan Marsa, peristiwa jatuhnya pesawat buatan Rusia berpenumpang 47 orang, ada kaitannya dengan legenda Sunda, suku asli Bogor dan Jawa Barat pada umumnya.

Halaman123
Penulis: Domu D. Ambarita
Editor: Yaspen Martinus
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas