• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 21 April 2014
Tribunnews.com

Vulgar Mana Lady Gaga dengan Dangdut Koplo?

Jumat, 18 Mei 2012 09:37 WIB
Vulgar Mana Lady Gaga dengan Dangdut Koplo?
TRIBUN JAKARTA/Bian Harnansa
(FILES) Seorang aktivis yang tergabung dalam Gerakan Umat Anti Maksiat (Gumam) diantarannya Front Pembela Islam FPI dan Laskar Pembela Islam (LPI) berdemontrasi di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (29/4/2012). Mereka menolak keras rencana konser penyanyi AS, Lady Gaga di GBK Jakarta Juni mendatang. Karena konser Lady Gaga penuh maksiat. (TRIBUN JAKARTA/Bian Harnansa/FILES)

Penulis: Abdul Qodir, Hasanuddin Aco

Update: Konser Lady Gaga

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Indonesia Police Watch (IPW) mendukung sikap Polri dalam hal ini Polda Metro Jaya yang melarang penyanyi 'heboh' asal Amerika Serikat, Lady Gaga, konser di Gelora Bung Karno (GBK), 3 Juni mendatang.

"Polda Metro Jaya diharapkan bersikap konsisten dengan keputusannya yang tidak memberikan izin keramaian bagi pementasan Lady Gaga," kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, dalam siaran pers, Kamis (17/5/2012) kemarin.

Neta menegaskan, Polri sudah menilai ada potensi pornoaksi dalam pementasan Lady Gaga adalah tugas Polda Metro Jaya untuk mencegah dan melarang pertunjukan tersebut. IPW berharap, Polda Metro tidak ragu-ragu melarang konser kendati menuai kecaman dari sebagian masyarakat.

Dalam Pasal 19 Undang-undang Antipornografi, dijelaskan Polri bertugas untuk melakukan pengawasan terhadap pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi.

Sementara, dalam Pasal 21 Undang-undang yang sama disebutkan, masyarakat dapat berperan serta dalam melakukan pencegahan terhadap pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi. "Untuk itu, IPW mendukung langkah Polri untuk menegakkan UU Antipornografi," ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah kalangan terutama FPI mengancam akan melakukan sweeping Lady Gaga di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta, jika si Lady mendarat di Indonesia.

"Kita mungkin kerahkan nanti FPI yang dekat-dekat di wilayah Bandara, terutama FPI Tanggerang, FPI Banten cegat dia," kata Ketua FPI Jakarta, Habib Salim Assegaf alias Habib Selon belum lama ini

Sejumlah LSM seperti FPI dan FUI mengemukakan banyak alasan dibalik penolakan Lady Gaga. Selain penampilannya yang vulgar di atas panggung, konten lirik lagu Lady Gaga juga dinilai mendiskreditkan paham aliran kepercayaan tertentu.

Ini membuat penolakan terhadap Lady Gaga tidak hanya terjadi di Indonesia melainkan juga Filipina dan sejumlah kelompok masyarakat Korea Selatan. Jika merunut pada penampilan Lady Gaga di atas pangggung yang kerap tampil vulgar maka sebenarnya di Indonesia itu "bukan hal baru" lagi.

Dan bukan rahasia lagi jika penyanyi dangdut di sejumlah daerah di Indonesia juga kerap menampilkan goyangan erotis saat tampil menghibur masyarakat. Penyanyi dengan goyangan erotis ini dijumpai dalam acara-acara seremonial di masyarakat kelas bawah seperti perhelatan nikah alias kondangan atau acara lainnya.

Goyangan erotis disertai "godaan maut" itu kerap membuat penonton terbius dan tanpa sungkan memberikan saweran berupa uang kepada si penyanyi.

"Coba deh lihat, kalau ada dangdutan di kampung-kampung. Itu kalau pada sawer taruhnya dimana?" kata Budayawan Betawi Ridwan Saidi saat dialog di salah satu stasiun televisi beberapa hari lalu.

Baca juga:

Editor: Rachmat Hidayat
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
540292 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas