• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribunnews.com

Dana Donatur Greenpeace Indonesia Mulai Diusut

Selasa, 22 Mei 2012 20:06 WIB
Dana Donatur Greenpeace Indonesia Mulai Diusut
blog
Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Reserse Kriminal Mabes Polri mulai bekerja untuk mengusut dugaan adanya penggelapan dana 30 ribu donatur Greenpeace cabang Indonesia. Demikian hasil laporan pemeriksaan Kordinator Aliansi Mahasiswa Tolak LSM Asing, Rudy Gani, di Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Jakarta, Selasa (22/5/2012).

Rudy mengatakan, dalam pemeriksaan tersebut, aliansi mahasiswa mempertanyakan adanya dugaan penggelapan dana donatur Greenpeace cabang Indonesia. Greenpeace selalu mengklaim memiliki 30 ribu orang donatur yang menyumbang Rp 75.000 per bulan. Itu artinya, Greenpeace menerima sumbangan dari masyarakat Rp 2.250.000.000 per bulan atau senilai Rp 27 miliar per tahun. Namun, dalam laporan keuangannya pada 2009 dan 2010 yang dimuat di Kompas dan Republika, edisi Kamis (25/10/2011), Greenpeace menyebutkan menerima donasi hanya Rp 6.5 miliar pada 2009, dan Rp 10,2 miliar pada 2010.

‘’Kita tidak menuduh. Greenpeace kan selalu mengedepankan transparansi. Kita cuma mempertanyakan, kenapa ada selisih sekitar Rp 17 miliar? Kemana sisa dana donatur tersebut?. Karena itu, patut diduga Greenpeace telah melakukan tindak pidana penggelapan dan penipuan,’’ ungkapnya

Seperti diketahui, Aliansi Mahasiswa Tolak LSM Asing terdiri dari organisasi ekstra mahasiswa, Badko HMI Jabotabeka-Banten, LISUMA Jakarta, Pusaka Indonesia, BEM RI, dan IMIKI.

Sementara itu, Subdit II Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Kombes Pol Listyo Sigit Prabowo usai pemeriksaan mengatakan, akan mulai mengusut laporan aliansi mahasiswa.

"Dugaan adanya penggelapan akan kami dalami. Selain itu, dalam waktu dekat akan meminta masukan dan Kemendagri dan Kemenhuk dan HAM terkait bentuk dari LSM asing Greenpeace,'' katanya.

Kembali pada keterangan Rudy. Aliansi mahasiwa selain melaporkan dugaan tersebut ke Bareskrim Mabes Polri, aliansi mahasiswa juga mengupayakan jalur mengajukan permohonan informasi publik kepada Greenpeace cabang Indonesia.

Selama ini, Greenpeace cabang Indonesia mengaku sangat transparan dalam hal keuangan. Faktanya, tidak pernah ada laporan terbuka dan jelas kepada masyarakat mengenai sistem donasi masyarakat dan bantuan lembaga asing dari luar negeri yang dikelola Greenpeace cabang Indonesia.

‘’Aliansi Mahasiswa Tolak LSM Asing telah dua kali melayangkan surat permohonan informasi publik kepada Greenpeace Indonesia. Namun Greenpeace tetap mengabaikan surat permohonan itu. Padahal, UU nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) menyebutkan setiap lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, organisasi masyarakat, organisasi non pemerintah, bahkan partai politik yang mendapat dana APBN/APBD, mengumpulkan sumbangan publik, dan mendapat bantuan asing, termasuk kategori badan publik yang wajib menyediakan informasi bagi publik,’’ papar Rudy yang juga Ketua Badko HMI Jabotabeka-Banten itu.

Sikap tertutup Greenpeace cabang Indonesia terkait dana donatur itu, lanjutnya, mengundang kecurigaan. Sepatutnya, Greenpeace sebagai LSM internasional proaktif memberikan informasi mengenai pengelolaan dan penggunaan dana yang bersumber dari sumbangan masyarakat, dan/atau sumber luar negeri.

 Baca juga: 

Penulis: Toni Bramantoro
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
552571 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas