Senin, 22 Desember 2014
Tribunnews.com

Mega dan Akbar Harusnya Dorong Generasi Muda Jadi Pemimpin

Rabu, 23 Mei 2012 16:17 WIB

Mega dan Akbar Harusnya Dorong Generasi Muda Jadi Pemimpin
Istimewa
Ibu Megawati dan Presiden Pertama Slovenia, Milan Kucak, Kamis 17 Mei 2012

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketokohan Megawati Soekarnoputri dan Akbar Tanjung dalam dunia politik seharusnya bisa lebih aktif lagi menggalang proses terciptanya regenerasi baru, dengan mengupayakan elemen muda ambil bagian dalam pemilihan umum presiden 2014.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle Syahganda Nainggolan dalam seminar “Kepemimpinan Nasional: Kebangkitan Yes, Regenerasi Pasti”, yang diadakan Aktivis Jaringan Pro Demokrasi (Prodem) di Jakarta, Selasa malam (22/5/2012).

Menurutnya, dua tokoh ini memiliki pengalaman politik yang mumpuni untuk ikut mewujudkan suatu keniscayaan sejarah terkait pergantian generasi kepada kaum muda guna memimpin bangsa ke depan.
 
“Proses alih generasi harus dikawal bersama baik oleh orang muda maupun generasi sebelumnya seperti Akbar Tanjung dan Megawati, bila ingin melihat bangsa ini berkembang maju di bawah keikutsertaan unsur muda yang juga berhak atas kepemimpinan bangsa,” ujarnya.
 
Dalam acara itu, hadir pula pembicara di antaranya Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar, Akbar Tanjung, Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro, serta pengamat politik Universitas Gadjah Mada, Danang Parikesit.
 
Dikatakannya, para tokoh nasional yang telah mengenyam asam garam kekuasaan hendaknya memberikan mandat baru kepada orang muda sebagai pemimpin nasional, tak peduli apakah bentuknya mengusung kekuatan muda sebagai calon wakil presiden atau calon presiden menghadapi Pilpres 2014 mendatang.
 
“Sejauh kalangan muda yang dipersiapkan adalah yang mewadahi aspek kepantasan dan dapat didukung secara nasional, termasuk yang memiliki kelayakan untuk menjamin basis kemandirian bangsa, tidak anti demokrasi, serta sanggup membangun kesejahteraan rakyat. Maka orang muda seperti itu harus diperjuangkan menjadi pemimpin,” ujarnya.
 
Syahganda menjelaskan, tidak ada alasan bagi tokoh lama untuk tidak melapangkan jalan terhadap keperluan renegerasi kepemimpinan nasional pada kaum muda, mengingat kenyataan sejarah di berbagai negara yang kini telah banyak dimasuki oleh barisan pemimpin muda, selain kerinduan sejumlah besar masyarakat di tanah air.
 
Apalagi, lanjutnya, tokoh-tokoh itu juga diibaratkan tidak lagi berorientasi dalam agenda kekuasaan, di samping memang saatnya mendudukkan diri selaku negarawan yang tugas utamanya mengedepankan tanggungjawab moral berbangsa.
 
“Buat Bang Akbar atau Megawati itu, kekuasaan, kan 'enough is enough' alias sudah cukup, sehingga kini perannya dipanggil untuk mengagendakan pentingnya regenerasi bangsa melalui kelahiran orang-orang muda yang berpotensi nasional,” pungkasnya.

Penulis: Y Gustaman
Editor: Willy Widianto

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas