Senin, 24 November 2014
Tribunnews.com

FDR Ditemukan, DPR: Hati-hati Intervensi Rusia!

Kamis, 31 Mei 2012 12:01 WIB

FDR Ditemukan, DPR: Hati-hati Intervensi Rusia!
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ketua KNKT, Tatang Kurniadi(Kiri) dan Kepala Basarnas, Marsekal Madya Daryatmo(kanan) saat konferensi pers penemuan FDR di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis(31/5/2012).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Flight Data Recorder (FDR), satu bagian komponen kotak hitam (black box) pesawat Sukhoi Superjet 100 yang mengalami kecelakaan di Gunung Salak Bogor, Jawa Barat, telah ditemukan. Komisi V DPR meminta Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) yang bertugas menginvestigasi penyebab kecelakaan itu, untuk menolak segala bentuk intervensi Rusia yang diketahui berkepentingan terhadap rekaman data penerbangan tersebut.

"Untuk itu, sekali lagi kami meminta ke pihak KNKT agar tetap menjaga independensi serta jangan mau diintervensi oleh pihak manapun, termasuk dari pihak Rusia. Hal ini agar hasil invertigasinya benar-benar objektif ," ujar anggota Komisi V Saleh Husein, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (31/5/2012).

Komisi V juga mengharapkan agar KNKT tidak terlalu lama mengumumkan hasil investigasinya agar masyarakat luas dapat mengetahuinya sebab-musabab pesawat buatan Rusia itu mengalami kecelakaan di Gunung Salak pada 9 Mei 2012 lalu dan menelan 45 korban jiwa. "Semoga dengan ditemukannya FDR, maka proses investigasi musabab dari kecelakaan pesawat Sukhoi SJ 100 segera terukap," imbuhnya.

Sejauh ini, KNKT telah berhasil mentranskrip Cockpit Voice Recorder (CVR) atau rekaman percakapan di dalam kokpit pesawat. CVR yang juga bagian komponen kotak hitam pesawat itu lebih dahulu ditemukan di lokasi pada 15 Mei 2012.

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Willy Widianto

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas