• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 31 Agustus 2014
Tribunnews.com

Ini Dia Peraih Penghargaan Kalpataru dan Adipura 2012

Selasa, 5 Juni 2012 20:57 WIB
Ini Dia Peraih Penghargaan Kalpataru dan Adipura 2012
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Walikota Metro Lampung, Lukman Hakim, memegang piala Adipura di Istana Negara RI, Jakarta, Selasa (5/6/2012). Dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, pemerintah kembali menganugerhakan penghargaan Adipura dan Kalpataru, serta pencanangan Hari Badak Internasional tahun 2012. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan penghargaan Kalpataru, Adipura, Adiwiyata Mandiri dan Penyusun Status Lingkungan Hidup Daerah Terbaik, dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan pencanangan Tahun Badak Internasional tahun 2012.  Penghargaan lingkungan disampaikan kepada individu, kelompok maupun perwakilan pemerintah daerah yang telah berprestasi di bidang lingkungan hidup.

Pada tahun 2012 ini Program Adipura diikuti oleh 379 kota yang terdiri dari kota metropolitan, besar, sedang dan kecil. Tercatat jumlah kota yang menerima penghargaan Adipura meningkat dari tahun 2011 sebanyak 63 kota menjadi 125 kota pada tahun 2012. Diantaranya, diberikan 2 Anugerah Adipura Kencana bagi kota yang telah melampaui batas pencapaian dari segi pengendalian pencemaran air dan udara, pengelolaan tanah, perubahan iklim, sosial, ekonomi serta keanekaragaman hayati.

Tahun 2012, Adipura Kencana diberikan kepada Kota Surabaya dan Kabupaten Tulungagung. Kementerian Lingkungan Hidup juga memberikan Anugerah Adipura kepada 123 kota, Piagam Adipura kepada 33 kota dan penghargaan untuk pengelolaan sarana dan prasarana terbaik yaitu Taman Kota terbaik, Pasar terbaik dan Terminal terbaik.

Selain itu, dalam membangun kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia yang peduli lingkungan hidup, dikembangkan Program Adiwiyata, sekolah peduli dan berbudaya lingkungan. Ini bertujuan untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggungjawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Bagi sekolah telah meningkatkan kinerjanya selama tiga tahun berturut-turut diberikan penghargaan Adiwiyata Mandiri. Tahun ini peraih penghargaan Adiwiyata Mandiri diberikan kepada 67 sekolah.

Pun dalam upaya pemerintah menyediakan informasi lingkungan hidup yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009, tahun ini telah dilakukan evaluasi terhadap Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD), yang berasal dari 29 Pemerintah Provinsi dan 129 Pemerintah Kabupaten/Kota. Adapun Penyusun SLHD Tahun 2011 terbaik adalah kategori Provinsi, yakni DKI Jakarta, Sumatera Barat dan Jawa Timur. Sedangkan untuk kategori Kabupaten/Kota, yakni Kota Padang, Kabupaten Agam dan Kabupaten Majene.

Kepada semua para penerima penghargaan SBY menyampaikan penghargaan dan selamat buat peran masing-masing individu, kelompok dan daerah untuk bidang lingkungan. Pesannya, agar hal inii tetap dilanjutkan dalam kepeloporan dan keteladanan pada pemeliharaan kelestarian lingkungan di wilayah saudara masing-masing.

“Saya ucapkan selamat, disertai ucapan  terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas kerja keras dan prestasi saudara. Saudara-saudara telah berjasa besar dalam memelihara dan melestarikan lingkungan hidup, keindahan kota, dan kehijauan sekolah,” ungkap SBY, dalam pidatonya, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/6/2012).

Berikut ini nama-nama penerima penghargaan Kalpataru tahun ini dipilih oleh Dewan Pertimbangan Kalpataru yang diberikan kepada individu maupun kelompok masyarakat sebagai pejuang pelestarian lingkungan, sebagai berikut:
Kategori Perintis Lingkungan, kepada:

   1. Galuh Saly beralamat di Desa Batumandi, Kecamatan Batumandi, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan berhasil melakukan pembibitan gaharu lebih dari 1,6 jutapohon yang disertai sosialisasi, pembinaan dan pelatihannya;
   2. Ishak Idris beralamat di Kelurahan Iboih, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, Aceh secara gigih melalukan penanaman mangrove di kawasan Iboih seluas 32 hektar dan melakukan patroli rutin untuk pengamanan Kawasan Laut di Lhok Iboih dan sekitarnya;
   3. Ali Mansyur beralamat diDesa Jenu, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur secara konsisten menanam sekitar 1,5 juta dan mangrove dan tanaman lain di pesisir pantai Tuban seluas 134,8 hektar.

Kategori Pengabdi Lingkungan:

   1. Siti Badriyah beralamat di Desa Dengok, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengimplementasikan Pendidikan Untuk Pembangunan Berkelanjutan dengan mencetak 400 Tutor Keaksaraan dan 4.000 warga Keaksaraan seprovinsi;
   2. Ali Muryati beralamat di Kelurahan Beragam, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai, Sumatera Utara, mengajarkan pendidikan karakter bagi guru dan siswa TK/PAUD dan ibu-ibu PKK Kota Binjai serta mengajak masyarakat Desa Tanjung Rejo, Kabupaten Deli Serdang untuk menanam Mangrove;
   3. Rahmat Arifin beralamat di Kelurahan Aur Duri, Kecamatan Sungai Penuh, Kota Sungai Penuh, Jambi melakukan pengamanan terhadap habitat harimau sumatera di dalam kawasan TNKS dan memitigasi konflik manusia dengan harimau sumatera melalui pendekatan kearifan lokal.

Kategori Penyelamat Lingkungan:

   1. Koperasi Peternakan Sapi Perah Setia Kawan beralamat di Desa Wonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur; Selama 22 tahun membangun 883 unit instalasi biogas sebagai energi alternatif untuk masak, penerangan dan pemanas air pada 1.215 KK di 12 desa;
   2. Kelompok Masyarakat Penyelamat Hutan Suci Wenara Wana beralamat di Desa Ubud, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali melakukan konservasi populasi monyet ekor panjang sejak tahun 1999 dan pada tahun 2011 berjumlah 605 ekor;
   3. Kelompok Pemberdaya dan Pengguna Air Oi Seli beralamat di Desa Maria Utara, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat berhasil menyelamatkan 12 sumber mata air di Maria Utara; merehabilitasi 435 hektar lahan kritis kebun dan hutan lindung; merevitalisasi 500 hektar sawah menjadi berpengairan.

Kategori Pembina Lingkungan:

   1. Samuel Oton Sidin beralamat di Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat melakukan penanaman pada lahan kritis, melestarikan binatang asli Kalimantan dan berbagai jenis tumbuhan yang disertai pembibitannya serta melakukan penyuluhan lingkungan;
   2. Josrizal Zain beralamat di Kelurahan Balai Nan Tuo, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat memperbaiki bantaran sungai, penanaman pohon dan pembinaan penambang liar, menciptakan kondisi Pasar Tradisional “Ibuh”, membina 2500 pedagang kaki lima dan mengelola sampah pasar menjadi kompos;
   3. R. Haryo Ambar Suwardi beralamat di Desa Jambidan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mengembangkan Hutan Rakyat, Hutan Desa, Gerakan Sekolah Hijau dan Program Konservasi Hutan.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Willy Widianto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
595931 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas