Kemenpera Bangun 241 Rumah PNS di Sebatik

Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) membangun sebanyak 241 rumah khusus bagi para pegawai negeri sipil (PNS) di Sebatik

Kemenpera Bangun 241 Rumah PNS di Sebatik
(Tribunnews/Hendra Gunawan)
ilustrasi perumahan

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fajar Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) membangun sebanyak 241 rumah khusus bagi para pegawai negeri sipil (PNS) di Sebatik, Kalimantan Timur.

Pembangunan rumah PNS tersebut rencananya akan dimulai pada bulan Juli mendatang dengan menggunakan teknologi rumah cetak.

“Kemenpera akan membangun sekitar 241 rumah khusus PNS di kawasan perbatasan yakni di Sebatik,” ujar Asisten Deputi Fasilitasi Standarisasi Perumahan Formal Kemenpera Rudy Hermanto Nandar disela-sela kegiatan Pencanangan Program Percepatan Pembangunan Perbatasan di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, dalam siaran persnya, Kamis (7/6/2012).

Dirinya menjelaskan, pembangunan perumahan untuk para PNS di Sebatik rencananya dilaksanakan di lima kecamatan. Kelima kecamatan tersebut antara lain Sebatik Induk, Sebatik Timur, Sebatik Tengah, Sebatik Barat, dan Sebatik Utara.

Untuk mempercepat proses pembangunan perumahan PNS di perbatasan, Kemenpera nantinya akan menggunakan teknologi rumah cetak seperti rumah contoh yang ada di halaman parkir Kantor Kemenpera di Jakarta.

Jadi dinding rumah tersebut nantinya dibuat dengan beton yang dicetak dan rangka besi sehingga mempercepat waktu pembangunan.

“Di setiap kecamatan akan dibangun masing-masing 50 rumah PNS kecuali untuk Kecamatan Sebatik Timur hanya 41 rumah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rudy menerangkan, Kemenpera juga mengalokasikan dana sebesar Rp 15,565 miliar untuk meningkatkan program pembangunan perumahan di kawasan perbatasan, khususnya Provinsi Kalimantan Timur.

Menanggapi hal tersebut, Camat Sebatik Timur, Baharuddin D Suitte, menyatakan, pihaknya sangat mendukung program perumahan PNS Kemenpera.

Halaman
12
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Anwar Sadat Guna
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help