• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Tribunnews.com

Kemenpera Bangun 241 Rumah PNS di Sebatik

Kamis, 7 Juni 2012 16:57 WIB
Kemenpera Bangun 241 Rumah PNS di Sebatik
(Tribunnews/Hendra Gunawan)
ilustrasi perumahan

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fajar Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) membangun sebanyak 241 rumah khusus bagi para pegawai negeri sipil (PNS) di Sebatik, Kalimantan Timur.

Pembangunan rumah PNS tersebut rencananya akan dimulai pada bulan Juli mendatang dengan menggunakan teknologi rumah cetak.

“Kemenpera akan membangun sekitar 241 rumah khusus PNS di kawasan perbatasan yakni di Sebatik,” ujar Asisten Deputi Fasilitasi Standarisasi Perumahan Formal Kemenpera Rudy Hermanto Nandar disela-sela kegiatan Pencanangan Program Percepatan Pembangunan Perbatasan di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, dalam siaran persnya, Kamis (7/6/2012).

Dirinya menjelaskan, pembangunan perumahan untuk para PNS di Sebatik rencananya dilaksanakan di lima kecamatan. Kelima kecamatan tersebut antara lain Sebatik Induk, Sebatik Timur, Sebatik Tengah, Sebatik Barat, dan Sebatik Utara.

Untuk mempercepat proses pembangunan perumahan PNS di perbatasan, Kemenpera nantinya akan menggunakan teknologi rumah cetak seperti rumah contoh yang ada di halaman parkir Kantor Kemenpera di Jakarta.

Jadi dinding rumah tersebut nantinya dibuat dengan beton yang dicetak dan rangka besi sehingga mempercepat waktu pembangunan.

“Di setiap kecamatan akan dibangun masing-masing 50 rumah PNS kecuali untuk Kecamatan Sebatik Timur hanya 41 rumah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rudy menerangkan, Kemenpera juga mengalokasikan dana sebesar Rp 15,565 miliar untuk meningkatkan program pembangunan perumahan di kawasan perbatasan, khususnya Provinsi Kalimantan Timur.

Menanggapi hal tersebut, Camat Sebatik Timur, Baharuddin D Suitte, menyatakan, pihaknya sangat mendukung program perumahan PNS Kemenpera.

Pasalnya, Sebatik Timur merupakan kecamatan baru yang tentu memerlukan bantuan dari pemerintah khususnya di bidang perumahan.

Dirinya menambahkan, adanya pemekaran wilayah yang terjadi di Sebatik tentunya berdampak pada kebutuhan rumah untuk para pegawai serta masyarakat yang tinggal di pulau yang berbatasan langsung dengan Malaysia tersebut.

Dari sekitar 35.000 jumlah penduduk yang ada di pulau Sebatik, setidaknya ada 12.000 orang yang tinggal di Sebatik Timur.

“Sebenarnya masih banyak masyarakat di Kecamatan Sebatik Timur yang menempati rumah tidak layak huni. Kami harap Kemenpera bisa membantu melalui berbagai program perumahan yang ada sehingga masyarakat yang tinggal di Sebatik yang menjadi beranda depan negara Indonesia bisa lebih sejahtera,” harapnya.

Pembangunan rumah untuk PNS di Kecamatan Sebatik Timur nantinya akan dibangun di Desa Padaidi. Pihaknya telah menyediakan lahan sekitar tiga sampai empat hektare.

Di atas lahan tersebut setidaknya dapat dibangun sekitar 150-200 unit rumah.

“Kami juga berharap Kemenpera bisa memberikan bantuan Rusun untuk asrama para santri yang menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Mutiara Bangsa yanag ada di Sebatik. Kebanyakan santri di Pondok Pesantren tersebut merupakan anak-anak Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di Malaysia,” terangnya.

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Anwar Sadat Guna
0 KOMENTAR
602391 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas