Papua Memanas

SBY Curiga Pihak Asing Punya Kepentingan di Papua

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengakui kekerasan di Papua sedang dalam sorotan dunia internasional.

SBY Curiga Pihak Asing Punya Kepentingan di Papua
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Mahasiswa asal Papua yang tergabung dalam National Papuan Solidarity (NAPAS) menggelar unjuk rasa damai di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (5/6). Dalam aksinya mereka menyerukan hentikan segala bentuk penindasan, kekerasan dan pembunuhan terhadap rakyat Papua dan meminta pemerintah Indonesia untuk membebaskan seluruh tahanan politik Papua.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hasanuddin Aco

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengakui kekerasan di Papua sedang dalam sorotan dunia internasional. Namun sorotan itu dari cara pandang kepentingan tertentu.

"Namun kepentingan kita kepentingan negara, kepentingan rakyat, termasuk tanah di Papua agar tanah itu terus tumbuh, masyarakat sejahtera dan sebagainya," kata SBY di kantor Presiden Jakarta, Selasa (12/6/2012).

Dikatakan Presiden, memang masalah di Papua luar biasa dan kompleks. Oleh karena itu SBY meyakinkan publik bahwa pemerintah memiliki keyakinan yang benar soal penuntasan kasus di Papua.

"Dan pihak manapun yang di luar negeri (asing) yang punya kepentingan berbeda, harus dijelaskan apa yang dilakukan di sana," kata SBY.

SBY menegaskan masalah Papua harus dituntaskan. Tidak boleh ada satu orang pun korban jiwa dan tidak bisa dibiarkan harus dilakukan dan diberikan sanksi siapa yang melakukan kekerasan. "Hukum harus ditegakkan," ujar SBY.

BACA JUGA:

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Anwar Sadat Guna
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help